Ketua AKGI sebut harga gambir masih anjlok

id berita padang,berita sumbar,gambir

Ketua Umum Asosiasi Komoditas Gambir Indonesia, Ramal Saleh. (antarasumbar/Istimewa)

Padang (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Komoditas Gambir Indonesia/AKGI Ramal Saleh menyebut harga gambir saat ini masih anjlok dan berada di bawah harga normal.

"Hingga saat ini harga gambir masih anjlok dengan harga lokal kisaran Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram," kata Ramal Saleh yang juga Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumatera Barat (Sumbar), di Padang, Senin.

Ia menambahkan harga normal untuk komoditas yang banyak keluar dari Sumbar itu di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram.

Menurutnya penurunan harga gambir di tingkat lokal tersebut telah berlangsung sekitar dua tahun terakhir.

Bahkan kondisi sempat agak parah ketika laju ekspor terhenti dampak dari pandemi COVID-19, karena negara eksportir menutup akses masuk ke negaranya.

"Sejak pandemi merebak hingga akhir Juni 2020 kegiatan (ekspor) masih berhenti, kemudian memasuki Juli mulai berjalan sekitar lima puluh persen dan terus berangsur sampai sekarang," jelasnya.

Ia mengatakan harga gambir yang anjlok perlu menjadi perhatian bersama, khususnya Pemerintah Sumbar.

Hal itu mengingat daerah tersebut adalah penghasil gambir terbanyak, hampir 80 persen ekspor gambir Indonesia berasal dari Sumbar.

Setidaknya dalam satu bulan Sumbar bisa menghasilkan 1.000 hingga 1.200 ton gambir, dengan rincian 70 persen berasal dari Kabupaten Limapuluhkota, sekitar 30 puluh dari Pesisir Selatan.

"Berupaya menaikkan harga gambir penting dilakukan demi kesejahteraan ribuan petani gambir," ujarnya.

Ia menambahkan salah satu solusi yang ditawarkan adalah pemerintah mendirikan badan penyangga yang bisa menampung gambir dari petani.

Badan penyangga nantinya berfungsi membeli serta menampung gambir dari para petani, sehingga tidak langsung ke perusahaan eksportir.

"Dengan begitu kita bisa ikut menentukan harga pasar, menghindari monopoli perdagangan dari perusahaan eksportir, dan mencarikan alternartif pasar baru," katanya.

Untuk diketahui saat ini 90 persen lebih tujuan ekspor gambir adalah India.

Baca juga: Pemerintah pusat akan bangun pabrik gambir di Pesisir Selatan
Baca juga: Tak bisa ekspor, gambir Limapuluh Kota menumpuk di gudang
 

Pewarta : Laila Syafarud
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar