Garut dorong sektor pangan tumbuhkan ekonomi di tengah pandemi

id Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, pertanian, pangan, Garut, COVID-19

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman. (ANTARA/Feri Purnama)

Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendorong sektor usaha pangan seperti pertanian maupun perikanan dan peternakan untuk menumbuhkan perekonomian daerah bahkan nasional di tengah pandemi COVID-19 dengan menyalurkan bantuan bibit dan pembinaan di sektor tersebut.

"Setelah mengatasi kebutuhan dasar, bagaimana kami (pemerintah), karena kita kan sektornya pertanian, makanya didorongnya sektor pertanian," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman kepada wartawan di Garut, Selasa.

Ia menuturkan, Pemkab Garut maupun Pemerintah Provinsi Jabar dan pemerintah pusat terus berupaya mengatasi persoalan ekonomi agar tetap berjalan dan menjaga daya beli masyarakat di tengah wabah COVID-19.

Baca juga: Karawang optimistis capai target produksi 1,35 juta ton padi

Upaya yang dilakukan Pemkab Garut, kata dia, yaitu mengoptimalkan program yang ada seperti untuk memberikan bantuan di sektor pertanian, perikanan dan peternakan agar tetap produktif memenuhi kebutuhan pasar.

"70 persen kita ini kan pertanian, artinya kami akan membantu pertumbuhan di bidang pertanian, termasuk peternakan, dan perikanan juga," katanya.

Ia menyampaikan, Pemkab Garut saat ini sudah membentuk Desa Tangguh yang didalamnya melakukan kegiatan pemberdayaan pertanian, perikanan dan peternakan.

Baca juga: Moeldoko cermati geliat pertanian generasi milenial

Rencananya, kata dia, pemerintah daerah akan menyebarkan benih lele secara gratis, kemudian bantuan benih padi untuk persiapan musim tanam.

"Sekarang sudah mulai musim hujan, musim tanam, maka kita persiapkan bibit dan pupuk," katanya.

Ia menambahkan, Pemkab Garut juga berupaya untuk mendorong sektor pariwisata lokal agar perekonomian daerah tetap tumbuh di tengah pandemi COVID-19

"Tidak lupa Garut juga ada sektor pariwisata, cuma kita masih pariwisata lokal, kalau dari luar itu risikonya juga cukup besar," katanya.

Pewarta : Feri Purnama
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar