Empat daerah di Sumbar masuk zona merah COVID-19

id Gunakan masker

Empat daerah di Sumbar masuk zona merah COVID-19

Pengendara diminta menggunakan masker. (ANTARA/Miko Elfisha)

Padang (ANTARA) - Empat daerah di Sumatera Barat masuk zona merah COVID-19 berdasarkan hitungan 15 indikator pada minggu ke-30 pandemi COVID-19, kata Juru Bicara COVID-19 Sumbar Jasman Rizal.

"Empat daerah itu masing-masing Kota Padang, Sawahlunto, Kabupaten Padang Pariaman dan Agam," kata Jasman di Padang, Senin.

Ia mengatakan untuk zona merah atau berisiko tinggi untuk penyebaran COVID-19 itu ada beberapa hal yang dilarang seperti melaksanakan kegiatan yang mengundang keramaian sesuai Surat Edaran Gubernur tentang Pelaksanaan Implementasi Sektor Berdasarkan Status Zonasi Daerah tertanggal 1 September 2020.

Baca juga: 31 warga Agam terkonfirmasi positif COVID-19, 2 meninggal

Kegiatan yang dilarang itu adalah melaksanakan pesta pernikahan atau "baralek" yang dikhawatirkan bisa menjadi klaster penyebaran COVID-19.

"Daerah diharapkan bisa mempedomani surat dari gubernur tersebut," katanya.

Status zona untuk masing-masing daerah itu berlaku seminggu ke depan hingga 10 Oktober 2020. Setelah itu akan diperbaharui kembali sesuai indikator penilaian.

Baca juga: Seorang tenaga kesehatan di Pasaman Barat positif terjangkit COVID-19

Selain zona merah, 12 daerah di Sumbar juga ditetapkan sebagai zona oranye atau berisiko sedang untuk penyebaran COVID-19.

Daerah itu masing-masing Kota Bukittinggi, Padang Panjang, Payakumbuh, Solok, Pariman, Kabupaten Pasaman, Limapuluh Kota, Kabupaten Solok,Tanah Datar, Sijunjung, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Dharmasraya.

Sementara untuk zona kuning atau risiko rendah terdapat tiga daerah masing-masing Kabupaten solok Selatan, Pasaman Barat dan Kabupaten Kepulauan Mentawai

Baca juga: Kasus positif COVID-19 Pasaman Barat bertambah dua orang

"Seminggu ke depan, tidak ada daerah zona hijau di Sumbar," kata jasman.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu taat menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

"Tidak ada yang paling efektif untuk menghindari COVID-19 saat ini selain disiplin melaksanakan protokol kesehatan," katanya.

Baca juga: 1.863 warga Padang telah sembuh dari COVID-19

Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar