Riau antisipasi lonjakan penularan COVID-19 selama pilkada

id covid riau,pilkada riau,dampak pilkada

Riau antisipasi lonjakan penularan COVID-19 selama pilkada

Arsip Foto. Petugas kesehatan mengambil sampel usap hidung pasien untuk pemeriksaan COVID-19 di Poli Pinere RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (16/9/2020). (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Riau mengantisipasi lonjakan penularan COVID-19 selama pemilihan kepala daerah (pilkada), yang meliputi kegiatan-kegiatan yang menghadirkan banyak orang dan berpotensi meningkatkan risiko penularan virus corona.

"Dalam rangka antisipasi pilkada, kami menambah kapasitas tempat tidur, ruang ICU, dan ventilator (di rumah sakit)," kata Gubernur Riau Syamsuar dalam siaran pers pemerintah yang diterima di Pekanbaru, Minggu.

Pemerintah provinsi, menurut dia, membantu menyiapkan tambahan 137 tempat tidur pasien, 19 ruang perawatan intensif (ICU), dan 12 ventilator untuk enam rumah sakit milik pemerintah dan swasta di Kota Pekanbaru.

Penambahan sarana dan prasarana pelayanan pasien antara lain dilakukan di RSUD Arifin Achmad (50 tempat tidur, lima ruang ICU, dan lima unit ventilator) dan RSUD Petala Bumi (13 tempat tidur, dua ruang ICU, dan dua ventilator).

Selain itu RSJ Tampan akan mendapat tambahan lima ruang ICU dan satu ventilator serta tiga Rumah Sakit Awal Bros di Pekanbaru total akan mendapat tambahan 74 tempat tidur, tiga ruang ICU, dan empat ventilator.

"Kita antisipasi dan mempersiapkan, sehingga penanganan pasien bisa lebih maksimal," kata Syamsuar, yang menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Riau.

Gubernur mengatakan bahwa pemerintah provinsi juga mempersiapkan tambahan fasilitas isolasi mandiri bagi pasien COVID-19 tanpa gejala atau dengan gejala ringan di Hotel Grand Suka dan Hotel Mutiara Merdeka.

"Jika ruang isolasi yang kita siapkan penuh juga, maka kita harus siap menambah hotel. Mudah-mudahan jangan sampai terpakai ruang isolasi yang kita siapkan untuk antisipasi pilkada," katanya.

Sembilan dari 12 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak tahun ini. 

Gubernur menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan guna mencegah munculnya klaster penularan COVID-19 selama pemilihan kepala daerah dan meminta warganya disiplin menjalankan protokol kesehatan selama pesta demokrasi berlangsung. 

Baca juga:
Gubernur: Tinggal tiga zona merah COVID-19 di Riau
Riau sediakan fasilitas isolasi untuk 1.521 pasien COVID-19

Pewarta : Fazar Muhardi
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar