Menkeu ungkapkan kuartal III perekonomian RI mulai pulih

id pemulihan ekonomi nasional,pen,menkeu,perekonomian indonesia

Menkeu ungkapkan kuartal III perekonomian RI mulai pulih

Tangkapan layar - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika memberikan sambutan dalam Ekspo Profesi Keuangan secara virtual di Jakarta, Senin (12/10/2020). ANTARA/Tangkapan layar Youtube Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Kemenkeu/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pada kuartal III perekonomian Indonesia mulai pulih karena pemerintah menggelontorkan belanja dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di antaranya untuk kesehatan, bantuan sosial dan dukungan UMKM.

“Sudah mulai pulih dan akan semakin kuat di kuartal IV,” kata Menkeu dalam Ekspo Profesi Keuangan secara virtual di Jakarta, Senin.

Menurut Menkeu, para kuartal III tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi masih berada pada rentang negatif, namun diperkirakan terjadi perbaikan setelah pada kuartal II mengalami kontraksi 5,32 persen.

Sebelumnya, pada konferensi pers APBN Selasa (22/9), Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal III-2020 mengalami kontraksi kisaran 2,8 hingga 1 persen.  Sedangkan keseluruhan tahun ini, diperkirakan pertumbuhan ekonomi RI kontraksi 0,6 persen hingga 1,7 persen.

Baca juga: Kejar tayang belanja PEN

Proyeksi ini sejalan dengan lembaga keuangan internasional lainnya seperti Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan pada 2020, ekonomi Indonesia tumbuh negatif 0,3 persen. Kemudian, Bank Dunia memproyeksi kontraksi 2 hingga 1,6 persen dan Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan kontraksi 1 persen.

“Secara over all Indonesia akan berusaha, keseluruhan tahun ini kita tidak terlalu jauh dari kondisi negatif yang terjadi di hampir semua negara. Negara sekitar kita negatif lebih dalam, mungkin kecuali Vietnam,” imbuh Sri Mulyani.

Sedangkan negara tetangga lain di Asia Tenggara, lanjut dia, seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina mengalami kontraksi lebih dalam dibandingkan Indonesia.

“Maka kita tetap akan mengusahakan dengan seluruh tools kita termasuk fiskal untuk bisa meningkatkan daya tahan kita dan bahkan pulih secara cepat,” katanya.

Pemerintah menganggarkan pagu sebesar Rp695,2 triliun untuk penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) yang mendorong defisit APBN 2020 sebesar 6,34 persen.

Baca juga: Dorong konsumsi, Satgas PEN : Uang jangan banyak mengendap di bank

Baca juga: Realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional capai 45,8 persen

Sebelumnya, Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional menyebutkan dari pagu anggaran PC-PEN itu, sudah disalurkan Rp318,5 triliun atau 45,8 persen hingga akhir September 2020.

Ada enam kelompok anggaran belanja yang dianggarkan yakni untuk program kesehatan yang sudah disalurkan Rp21,9 triliun atau 25 persen dari pagu anggaran Rp87,55 triliun.

Kemudian, untuk perlindungan sosial sudah Rp157,03 triliun atau 77,01 persen dari pagu Rp203,9 triliun, program sektoral Kementerian/Lembaga dan Pemda terealisasi Rp26,61 triliun atau 25,08 persen dari pagu Rp106,11 triliun.

Selanjutnya, insentif usaha Rp28,07 triliun atau 23,27 persen dari pagu Rp120,61 triliun, dukungan untuk UMKM sebesar Rp84,85 triliun atau 68,72 persen dari pagu Rp123,46 triliun dan program pembiayaan korporasi yang belum terealisasi atau nol persen dari pagu Rp53,6 triliun.

Baca juga: Wapres minta DPD dorong pemda realisasikan penyerapan belanja daerah
 


Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar