13 sekolah di Kota Tanjungpinang mulai belajar tatap muka

id Siswa belajar di sekolah

13 sekolah di Kota Tanjungpinang mulai belajar tatap muka

Seorang siswi diperiksa suhu badannya sebelum masuk lokal di SMP Negeri 11 di Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Senin (12/10/2020) ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Sebanyak 13 sekolah tingkat SD dan SMP di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai melaksanakan uji coba proses belajar tatap muka, Senin (12/10).

Wali Kota Tanjungpinang, Rahma meninjau langsung hari pertama belajar tatap muka di SMP Negeri 11 Kampung Bugis untuk memastikan proses belajar berjalan lancar dengan mengedepankan keamanan siswa dan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Disdik Sampang lanjutkan kegiatan belajar tatap muka

"Buat tahap awal ini hanya 13 sekolah yang dibuka. Sekolah lainnya akan menyusul, tentunya dengan mempertimbangkan sebaran kasus COVID-19 di tiap-tiap wilayah," kata Rahma.

Menurut Rahma, sekolah tatap muka dilaksanakan penuh selama enam hari dalam seminggu. Siswa dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok A dan B. Kelompok A untuk jadwal belajar tatap muka hari Senin, Rabu dan Jumat, sementara kelompok B untuk jadwal Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Baca juga: Perketat protokol, madrasah diniyah di Lebak-Banten KBM tatap muka

"Misalnya hari ini kelompok A belajar tatap muka di sekolah mulai dari pukul 07.20 WIB hingga 10.30 WIB. Setelah itu pulang, dan guru melanjutkan belajar secara daring untuk kelompok B dan begitu seterusnya," jelas Rahma.

Lanjut Rahma, siswa tidak dipaksa belajar tatap muka di sekolah, karena sebelumnya pihak sekolah sudah meminta persetujuan dan surat perjanjian dari orangtua siswa.

Baca juga: 50 SMA di Jabar kantongi izin gelar belajar tatap muka

Dikatakannya, bagi yang mendapat izin orangtua akan dilayani di sekolah dan bagi yang tidak mendapatkan izin tetap dilayani belajar jarak jauh atau secara daring.

"Alhamdulillah di SMP Negeri 11 ini sekitar 90 persen anak-anak mulai sekolah, selebihnya memilih tetap belajar daring di rumah," ucap Rahma.

Rahma meminta para guru untuk terus mengawasi proses pembelajaran tatap muka ini dengan memperhatikan beberapa aspek agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.

Selain itu, kata Rahma, pelaksana satuan pendidikan lebih memperhatikan lingkungan sekolah, ruang belajar, dan fasilitas lain agar terjaga untuk menghindari virus COVID-19 yang bisa berada di mana saja.

"Sekarang kita doakan agar anak-anak, guru, dan orangtua sehat selalu, sehingga semuanya bisa berjalan aman dan lancar," ucap Rahma.

Adapun 13 sekolah yang melakukan uji coba belajar tatap muka untuk tingkat SD, yakni di SDN 004 TK, SDN 005, SDN 006, SDN 007, SDN 008, SDN 009, SDN 010, SDN 012 TK, SDN 008 BB, serta SDN 010 BB.

Sedangkan untuk pembelajaran tatap muka di sekolah tingkat SMP hanya diberlakukan untuk SMPN 9, SMPN 11, dan SMPN 14.

Ke-13 sekolah tersebut berada di Kelurahan Senggarang, Kelurahan Kampung Bugis, Kelurahan Penyengat, dan sebagian Kelurahan Dompak yang selama ini tidak terdampak COVID-19.


Pewarta : Ogen
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar