Ketua MPR minta pemerintah optimalkan program stimulus UMKM

id stimulus umkm,ketua mpr,bambang soestyo,bamsoet

Ketua MPR minta pemerintah optimalkan program stimulus UMKM

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. ANTARA/HO-MPR RI/am.

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong pemerintah menjalankan program stimulus ekonomi dan digitalisasi bagi sektor UMKM secara optimal, lantaran sektor tersebut merupakan sektor yang paling terpukul dan terdampak pandemi COVID-19.

"Saya mendorong pemerintah untuk terus menjalankan stimulus ekonomi dan program digitalisasi UMKM secara optimal," ujar Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Kemenkeu: 15 juta usaha mikro akan terima bantuan tunai Rp2,4 juta

Dia menyarankan agar dalam setiap program digitalisasi, pemerintah mendorong pemanfaatan platform digital secara maksimal, khususnya dalam pemasaran daring dan proses pembayaran secara digital.

Dia juga mendorong pemerintah untuk berkomitmen bahwa UMKM merupakan sumber perekonomian yang cukup besar bagi negara, sehingga pemerintah perlu membantu UMKM untuk meningkatkan nilai tambah produknya agar memiliki daya jual yang tinggi dan tidak kalah saing dengan kualitas produk impor.

Caranya, kata Ketua MPR itu, dengan melakukan inovasi, baik kemasan dari produk UMKM, kualitas sesuai standar kesehatan, dan informasi unsur pendukung produknya.

Baca juga: Gubernur BI dorong belanja APBN dan APBD sasar produksi UMKM

Selain itu, Bamsoet mendorong pemerintah mengedukasi pelaku UMKM agar dapat menyesuaikan diri atau cepat adaptif dengan kondisi pandemi saat ini, agar pelaku UMKM dapat dengan sigap memanfaatkan peluang permintaan dari domestik maupun luar negeri dengan protokol atau standar kesehatan yang berlaku.

Kemudian mendorong perbankan dalam hal ini Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), untuk dapat terus meningkatkan dan memperbanyak penyaluran kredit terhadap UMKM baru di sektor riil, karena sejumlah UMKM juga memerlukan tambahan modal dalam meningkatkan usahanya.

Baca juga: BI: Permintaan kredit rendah, injeksi likuditas capai Rp667,6 triliun

 

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar