Kemarin MUI akan cek kehalalan vaksin, pemerintah antisipasi La Nina

id vaksin covid,la nina,subsidi gaji

Arsip Foto. Sebuah stan menampilkan kandidat vaksin virus corona dari China National Biotec Group (CNBG), sebuah unit dari raksasa farmasi milik negara China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), di Pameran Internasional China untuk Perdagangan Jasa (CIFTIS) 2020 di Beijing, China, Jumat (4/9/2020). ANTARA/REUTERS/Tingshu Wang/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pada Selasa (13/10) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan rencana mengunjungi China untuk mengecek kehalalan vaksin COVID-19 dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan terkait potensi La Nina.

Selain itu ada warta mengenai langkah pemerintah mengantisipasi dampak La Nina serta perkembangan penyaluran subsidi gaji bagi pekerja dengan upah kurang dari Rp5 juta per bulan yang bisa disimak kembali dalam ringkasan berita berikut.

MUI akan ke China untuk cek kehalalan vaksin COVID-19

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh mengatakan delegasi MUI akan menuju China untuk melakukan sejumlah pengecekan terkait kehalalan vaksin COVID-19.

BMKG : Waspada dampak puncak La Nina selama Desember-Januari

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengemukakan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi bencana karena puncak fenomena La Nina di Indonesia diperkirakan berlangsung Desember 2020 hingga Januari 2021.

Subsidi gaji sudah disalurkan ke 11,9 juta pekerja

Kementerian Ketenagakerjaan sampai 12 Oktober 2020 telah menyalurkan subsidi gaji kepada 11.950.300 pekerja atau 97,37 persen dari 12,2 juta pekerja sasaran program subsidi gaji.

Pemerintah siagakan hampir 39.000 relawan antisipasi dampak La Nina

Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan pemerintah telah menyiagakan hampir 39.000 relawan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana akibat fenomena La Nina di wilayah Indonesia pada penghujung tahun ini.

 

Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar