Menperin: Revolusi Industri 4.0 butuh peran startup

id Industri 4.0,menperin,starup,usaha rintisan,revolusi industri

Menteri Perindsutrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. ANTARA/HO-Biro Humas Kemenperin/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut bahwa implementasi Industri 4.0 di Indonesia membutuhkan dukungan dan peran dari usaha rintisan atau startup.

“Revolusi Industri 4.0 membutuhkan peran serta startup sebagai implementator dan problem solver untuk mewujudkan Indonesia 4.0. Untuk itu, melalui ekosistem solusi teknologi yang dibentuk oleh Startup4Industry akan mendukung terwujudnya ekosistem,” kata Menperin saat meresmikan Program Startup4Industry yang ditayangkan online, Rabu.

Menperin mengatakan sejak diluncurkannya Making Indonesia 4.0 oleh Presiden Joko Widodo pada 2018, peta jalan Industri 4.0 memandu upaya revitalisasi sektor industri dengan penggunaan teknologi digital.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien sehingga mampu berdaya saing di kancah global.

Baca juga: Pentingnya talenta digital untuk dorong kompetisi industri 4.0

Sesuai program Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan berbagai strategi untuk mendorong penerapan teknologi 4.0 di Tanah Air, antara lain melalui pelaksanaan pilot project implementasi Industri 4.0, pelatihan Industri 4.0 transformation manager, sosialisasi dan seminar tentang Industri 4.0, penilaian dan pendampingan INDI 4.0 (Indonesia Industry 4.0 Readiness Index), e-Smart IKM, serta program Startup4industry.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih menjelaskan Program Startup4Industry 2020 memiliki serangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga Desember 2020.

“Terdapat kompetisi berbasis pemecahan masalah dengan menggunakan teknologi Industri 4.0 untuk penanganan dampak COVID-19,” sebutnya.

Agenda kegiatan ini juga meliputi diskusi solutif antara problem owner dan technology startup, Tech Link atau temu bisnis startup dengan industri khususnya sektor IKM, serta pelaksanaan webinar dan workshop series.

Baca juga: Jembatani kebutuhan teknologi, Menperin luncurkan "Startup4Industry"

“Pada hari peluncuran Startup4Industry 2020 juga digelar seminar nasional yang mengangkat tajuk Startup, Technology Provider di Masa Kenormalan Baru dan Startup Vs Big Industry, Disrupting Or Empowering The Giant?,” ujar Gati.

Seminar Nasional tersebut merupakan ajang untuk menyampaikan kemanfaatan teknologi Industri 4.0 serta untuk menguatkan keberadaan dan peran startup sebagai technology provider utamanya di masa kenormalan baru.

Penyelenggaraan Program Startup4industry pada tahun 2018 dan 2019 lalu telah berhasil menorehkan sejumlah pencapaian, di antaranya jumlah peserta kompetisi yang mencapai 220 pelaku startup, dengan 15 proyek implementasi yang dikerjakan startup di sektor IKM, dan sebanyak 26 IKM memakai solusi teknologi dari startup tersebut.

Selanjutnya, salah satu finalis pada kompetisi Startup4industry 2018, yakni MSMB mampu menjuarai Hermes Startup Award 2020, kompetisi tingkat internasional yang diselenggarakan pertama kali oleh Deutsche Messe, penyelenggara Hannover Messe.

Baca juga: Kemenperin fokus wujudkan ekosistem inovasi industri 4.0

Baca juga: Kemenperin bangun infrastruktur digital dongkrak daya saing industri


Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar