Dalam tiga hari, 183 kasus positif COVID-19 di Kota Bogor sembuh

id Kasus positif COVID-19,Isolasi mandiri,Dinas Kesehatan,kota bogor

Dalam tiga hari, 183 kasus positif COVID-19 di Kota Bogor sembuh

Kamar tempat isolasi khusus bagi pasien OTG di Gedung PPSDM BNN di Lido Kabupaten Bogor (ANTARA/Riza Harahap)

Bogor (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Bogor mengumumkan pasien kasus positif COVID-19 di Kota Bogor yang dinyatakan sembuh atau selesai isolasi dalam tiga hari terakhir sebanyak 183 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, melalui data harian penanganan COVID-19 Kota Bogor, Rabu, mengatakan sebanyak 183 pasien kasus positif yang sembuh tersebut meliputi, 62 kasus pada Senin (12/10), 71 kasus pada Selasa (13/10), serta 50 kasus pada Rabu ini.

Menurut Retno, panggilan Sri Nowo Retno, pasien kasus positif COVID-19 yang dinyatakan sembuhnya ini jumlahnya lebih tinggi daripada warga Kota Bogor yang terkonfirmasi positif COVID-19 dalam tiga hari terakhir, yakni 101 kasus.

Warga Kota Bogor yang terkonfirmasi positif dalam tiga hari terakhir meliputi, 26 kasus pada Senin (12/10), 41 kasus pada Selasa (13/10), serta 34 kasus pada Rabu ini.

Baca juga: Pemberian vaksin anti-COVID-19 di Kota Bogor maju sekitar November

Baca juga: Pasien COVID-19 sembuh di Kota Bogor capai 1.029 orang


Jika dibandingkan kasus positif sembuh dengan kasus positif yang baru terkonfirmasi, maka persentase kasus positif sembuh 181,18 persen.

Menurut Retno, tingginya tingkat kesembuhan kasus positif ini menjadi salah satu indikator tingkat risiko COVID-19 di Kota Bogor menurun, dari risiko tinggi menjadi risiko sedang atau dari zona merah menjadi zona oranye.

Sedangkan, akumulasi kasus positif COVID-19 sampai Rabu ini adalah 1.680 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus positif yang dinyatakan sembuh sampai hari ini ada 1.245 kasus, meninggal dunia 59 kasus, sehingga kasus positif yang dirawat atau dalam pemantauan 376 kasus.

Menurut Retno, kasus positif COVID-19 ini ada empat kategori yakni, kasus positif dengan gejala sedang hingga berat dirawat di rumah sakit, sedangkan kasus positif dengan gejala ringan dan tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG) di rawat di tempat isolasi khusus atau isolasi mandiri.

Jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit, kata dia, menempati sekitar 51 persen tempat tidur di ruang rawat khusus COVID-19 di rumah sakit di Kota Bogor serta 64 persen di ruang rawat ICU.

Menurut dia, tingkat keterisian tempat tidur bagi pasien kasus positif COVID-19 di rumah sakit, pada pekan ini sudah jauh lebih baik dibandingkan pekan sebelumnya yakni sekitar 60 persen.

Sedangkan, pasien positif COVID-19 dengan gejala ringan dan OTG, kata Retno, diisolasi di tempat isolasi khusus di Lido Kabupaten Bogor. "Saat ini ada 33 OTG yang diisolasi di Lido dari 122 tempat tidur yang tersedia," katanya.

Menurunnya persentase keterisian tempat tidur untuk pasien positif COVID-19 di rumah sakit menjadi salah satu indikator menurunnya status Kota Bogor dari zona merah menjadi zona oranye, katanya.*

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Kota Bogor meningkat signifikan

Baca juga: Kota Bogor masih zona merah karena kasus positif meningkat 15 persen

Pewarta : Riza Harahap
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar