Peletakan batu pertama Jembatan Lampiring Sulsel dilakukan Wamendes

id Kemendes PDTT, Wamendes PDTT, Pembangunan Jembatan

Peletakan batu pertama Jembatan Lampiring Sulsel dilakukan Wamendes

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Lampiring di Kecamatan Pituriase, Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (16/10/2020). (FOTO ANTARA/HO-Humas Kemendes PDTT)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Lampiring di Kecamatan Pituriase Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan.

"Ini merupakan (yang) diimpikan oleh warga selama 50 tahun," katanya  pada peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Lampiring di Provinsi Sulawesi Selatan tersebut, Jumat.

Ia mengatakan pembangunan Jembatan Lampiring telah lama dinantikan oleh warga setempat karena operasional jembatan itu diharapkan dapat menghubungkan antara desa dan juga membantu pemekaran di desa-desa tersebut.

"Karena dengan fasilitas infrastruktur, kita mengharapkan transportasi dan arus barang jasa bisa terbantu sehingga keadilan infrastruktur ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat," katanya.

Sementara itu, dengan kehadiran Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi dalam peletakan batu pertama itu, Bupati Sidrap Dollah Mando menyampaikan apresiasinya terdalamnya.

Dollah mengatakan Jembatan Lampiring nantinya akan dapat menghubungkan daerah kecamatan dengan desa transmigrasi.

Jembatan itu dinilai dapat berdampak positif bagi perekonomian karena dapat mempermudah arus barang dan jasa karena bisa dilewati oleh kendaraan roda empat yang selama ini harus selalu melewati sungai dengan kedalaman sekitar 1 meter.

Baca juga: Wamendes PDTT resmikan jembatan di perkampungan transmigrasi di Sulbar

Baca juga: Kemendes dan PUPR bangun jembatan desa di Bengkulu Utara

Baca juga: Mendes PDTT kunjungi objek wisata Jembatan Pelangi di Pariaman

Pewarta : Katriana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar