Sumbar pertimbangkan asrama haji jadi tempat isolasi COVID-19

id Sumbar, asrama haji, empat isolasi, COVID-19

Sumbar pertimbangkan asrama haji jadi tempat isolasi COVID-19

Gubernur Sumbar tinjau kesiapan ruang isolasi COVID-19 di Rumah Sakit. (ANTARA/ist)

Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempertimbangkan kemungkinan pemanfaatan Asrama Haji Padang sebagai tempat isolasi pasien COVID-19 untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif di daerah itu.

"Asrama haji punya 200 tempat tidur. Untuk sementara mungkin bisa dimanfaatkan sebagai tempat isolasi pasien COVID-19," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Sabtu.

Baca juga: Ada lonjakan 347 kasus baru, positif COVID-19 di Padang naik 5.574

Ia mengatakan beberapa hari terakhir penambahan kasus positif harian terus melonjak. Tambahan terbanyak terjadi Jumat (16/10), yaitu 506 orang.

Menurutnya, lonjakan yang terjadi berpotensi membuat ruang isolasi di Rumah Sakit (RS) penuh, sehingga perlu antisipasi mempersiapkan tempat isolasi lain sebagai penopang RS.

Asrama Haji Padang dinilai salah satu tempat yang memungkinkan, karena memiliki ruang yang cukup banyak serta dipisahkan dinding pagar dengan lingkungan sekitar.

"Kita juga sudah minta bupati/wali kota untuk melakukan antisipasi serupa di daerah," katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Sumbar Jasman mengatakan tambahan 547 orang terkonfirmasi positif pada Jumat (16/10) adalah rekor tertinggi harian di provinsi itu. "Biasanya paling tinggi hanya 300-an per hari. Kemarin terjadi lonjakan," ucapnya.

Baca juga: Sumatera Barat akan gelar razia tertib masker sampai pandemi berakhir

Baca juga: Pesta nikah ditengarai penyebab naiknya kasus positif COVID-19 Sumbar


Ia mengatakan hingga hari ini, total warga Sumbar yang positif terpapar COVID-19 mencapai 10.294 orang. dari jumlah tersebut, 5.501 orang dinyatakan telah sembuh dan meninggal 201 orang.

"Positivity Rate Sumbar saat ini 5,45 persen," katanya.

Ia mengimbau masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan agar penyebaran virus tersebut bisa dikendalikan.

Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar