Kemarin, Polri soal tersangka JH hingga KPK tinjau ulang mobil dinas

id Hukum kemarin,Polri,UU ITE,KPK,Mobil dinas KPK,dewas kpk

Kemarin, Polri soal tersangka JH hingga KPK tinjau ulang mobil dinas

Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Jakarta (ANTARA) - Berita hukum yang terjadi pada Jumat (16/10) masih menarik untuk disimak, mulai dari penjelasan Polri terkait aktivis yang menjadi tersangka pelanggaran ITE, JH hingga KPK akhirnya meninjau ulang pengadaan mobil dinas baru.

Berikut rangkuman selengkapnya

1. Polri: Tersangka JH unggah ujaran kebencian lewat akun Twitter-nya

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan aktivis yang menjadi tersangka pelanggaran ITE, JH, mengunggah konten kebencian dan berita bohong bernuansa SARA di media sosial yang mengakibatkan terjadinya anarkisme dan vandalisme dalam unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja.

Selengkapnya di sini:

2. KPK hormati sikap dewas tolak fasilitas mobil dinas

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghormati sikap dewan pengawas (dewas) yang menolak pemberian fasilitas mobil dinas.

Selengkapnya di sini:

3. Febri Diansyah: Hari ini terakhir saya bekerja di KPK

Febri Diansyah mengatakan Jumat ini merupakan hari terakhirnya bekerja sebagai pegawai KPK sekaligus Kepala Biro Humas KPK setelah sebelumnya mengajukan surat pengunduran diri pada 18 September 2020.

Selengkapnya di sini:

4. KPK tinjau ulang pengadaan mobil dinas jabatan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meninjau ulang proses pembahasan anggaran untuk pengadaan mobil dinas jabatan bagi pimpinan, dewan pengawas, dan pejabat struktural di lingkungan KPK.

Selengkapnya di sini:

5. Alasan "medical check up" Soenarko tak penuhi panggilan pemeriksaan

Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko tidak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan Bareskrim Polri pada Jumat.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo mengatakan penasihat hukum Soenarko menyampaikan kepadanya bahwa saat ini Soenarko tengah menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Pondok Indah sehingga tidak bisa menghadiri agenda pemeriksaan di Bareskrim Polri.

Selengkapnya di sini:


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar