Nakes berguguran karena COVID-19, dokter ingatkan APD standar

id COVID-19,dokter penyintas,dokter penyintas COVID-19

Nakes berguguran karena COVID-19, dokter ingatkan APD standar

Manajer Pelayanan Medis RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dr Muallim Hawari, MMR. ANTARA/HO-Aspri

Jakarta (ANTARA) - Dr Muallim Hawari, MMR, sebagai dokter yang sembuh dari COVID-19 mengingatkan para tenaga kesehatan untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) secara baik dan benar.

"Untuk tenaga kesehatan pakailah APD secara baik dan benar sesuai risikonya," kata dr Alim dalam wawancara daring di acara Podcast ANTARA "Berisik", Rabu.

Manajer Pelayanan Medis RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tersebut mengatakan sebagai tenaga kesehatan, tertular COVID-19 merupakan risiko profesi di tengah pandemi seperti saat ini. Dengan begitu, penggunaan APD yang baik dan benar merupakan sebuah keharusan.

Baca juga: 15 dokter positif COVID-19 di Aceh masih isolasi

Menurut dokter dari kalangan milenial itu, para tenaga kesehatan tidak bisa menghindar 100 persen dari tertular COVID-19 meski menggunakan APD. Satu hal yang perlu diingat adalah fungsi APD bukan untuk menghilangkan penularan virus corona tetapi untuk menekan risiko tertular COVID-19.

Dokter penyintas/survivor COVID-19 itu mengatakanm tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri yang benar saja dapat tertular. Hal akan lebih rentan tertular corona bagi tenaga kesehatan yang tidak mengenakan APD sesuai standar keselamatan.

Alim mengatakan tenaga kesehatan memiliki tugas mulia untuk menyelamatkan banyak orang yang terinfeksi COVID-19. "Pakailah APD sehingga tidak ada alasan takut menolong pasien yang membutuhkan. Karena ada yang pakai APD takut menolong, setengah-setengah. Kalau bukan kita yang menolong siapa lagi?," katanya.

Baca juga: Studi: ICU tanpa AC dapat lindungi dokter dari COVID-19

Untuk masyarakat umum di masa COVID-19, dia mengingatkan pentingnya untuk #IngatPesanIbu sehingga tidak tertular virus corona jenis baru dengan gerakan 3M, yaitu #MemakaiMasker #MencuciTangan dan #MenjagaJarak.

"Untuk masyarakat itu 3M. 3M itu sederhana agar dijadikan kebiasaan, benar-benar mendarah daging tidak hanya diucapkan tapi menjadi sehari-hari yang kita lakukan," katanya.

Baca juga: IDI: Jumlah dokter yang gugur akibat COVID-19 bertambah jadi 136
Baca juga: 40 dokter di Kepri positif COVID-19 selama Maret-September 2020

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar