Kemenkes: Keterpakaian ruang isolasi dan ICU RS di bawah 60 persen

id COVID_19,kementerian kesehatan

Kemenkes: Keterpakaian ruang isolasi dan ICU RS di bawah 60 persen

Dokumen: Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi usai acara FGD Dakwah Kesehatan di Depok, Jumat (26/7/2019). (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menyatakan angka keterpakaian ruang isoladi dan ruang ICU rumah sakit rujukan COVID-19 sudah di bawah 60 persen dari total kapasitas.

"Penurunan ruang isolasi dan keterpakaian ICU di rumah sakit, rata-rata sudah di bawah 60 persen. Jadi kekhawatiran terjadinya penumpukan pasien di rumah sakit tidak lagi terjadi seperti sebelumnya karena sudah diantisipasi," kata Oscar dalam konferensi pers secara virtual dipantau di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Kemenkes nilai Terminal Feri Batam siap ikut aturan koridor perjalanan

Penurunan angka keterpakaian tersebut karena penanganan pasien COVID-19 berdasarkan gejala sehingga tidak seluruhnya yang terkonfirmasi positif dirawat di rumah sakit.

"Isolasi untuk yang gejala ringan sudah di asrama isolasi dan di hotel, karena sudah dipilah mana yang layak dirawat di rumah sakit mana yang bisa isolasi mandiri," kata dia.

Dia menyatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan telah membentuk Tim Task Force COVID-19 (TFC-19) yang diterjunkan ke 12 provinsi prioritas penanganan COVID-19 untuk melakukan tinjauan lapangan dalam rangka monitoring  dan evaluasi penanganan COVID-19 di daerah.

Baca juga: Kemenkes: Protokol kesehatan tetap dijalankan meski ada vaksin

Oscar menyebut tim TFC-19 tersebut memeriksa penanganan COVID-19 di daerah mulai dari sarana dan prasarana fasilitas kesehatan seperti ruang isolasi dan ruang ICU, pengecekan laboratorium, hingga pendampingan penanganan COVID-19 bagi tenaga kesehatan di daerah.

Dia menyebutkan penanganan COVID-19 di daerah harus sama atau terstandar dengan yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu dilakukan dalam rangka penurunan angka kasus baru COVID-19, penurunan angka kematian akibat COVID-19, dan peningkatan angka kesembuhan pasien.

Baca juga: Kemenkes telah bayarkan klaim penanganan COVID-19 Rp7,1 triliun

Sekjen Kemenkes memberikan penekanan kepada seluruh pihak untuk terus memantau perkembangan kasus baru yang ada, penerapan pengetesan pelacakan dan perawatan, dan penanganan pasien berdasarkan gejala.

Tim TFC-19 Kementerian Kesehatan telah melakukan kunjungan lapangan ke 12 provinsi prioritas penanganan COVID-19 sejak awal Oktober 2020. Tim telah melakukan kunjungan dalam dua tahap dan akan melakukan kunjungan untuk ketiga kalinya.

Baca juga: Program Teropong Jiwa Banyuwangi peroleh penghargaan dari Kemenkes

 

Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar