Selama pandemi, KKP salurkan pinjaman Rp180 miliar kepada UMKM

id lpmukp,bantuan permodalan,akses permodalan,sulawesi utara,bitung,kur

Selama pandemi, KKP salurkan pinjaman Rp180 miliar kepada UMKM

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) menyerahkan bantuan permodalan dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) untuk nelayan dan UKM perikanan di Provinsi Bali, Rabu (12/8/2020). ANTARA/HO-Direktorat LPMUKP.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) telah menyalurkan pinjaman permodalan sebesar Rp180 miliar kepada pelaku UMKM selama masa pandemi COVID-19.

"Selama periode COVID-19, LPMUKP telah menyalurkan pinjaman sekitar Rp180 miliar di seluruh Indonesia," kata Direktur BLU LPMUKP Syarif Syafrial dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, untuk memudahkan akses penyaluran pinjaman, LPMUKP juga sudah melakukan relaksasi proses pengajuan hingga pencairan pinjaman.

Proses tersebut, lanjutnya, dilakukan seluruhnya di daerah serta difasilitasi oleh tenaga pendamping LPMUKP.

Ia juga mengemukakan bahwa pihaknya juga telah melakukan restrukturisasi pinjaman bagi nasabah yang terkena dampak COVID-19.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo juga telah memberikan secara simbolis pinjaman modal usaha kepada debitur di Sulawesi Utara.

Pinjaman modal kerja itu, ujar Edhy Prabowo, sangat penting untuk menggerakkan ekonomi perikanan yang terdampak pandemi COVID-19.

Selain melalui BLU, Edhy Prabowo juga mendorong akses permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

LPMUKP telah menyalurkan lebih dari Rp20 miliar pinjaman modal usaha kepada UMKM kelautan dan perikanan di Provinsi Sulawesi Utara.

Baca juga: Menteri Edhy sebut dana LPMUKP masih tersisa Rp900 miliar
Baca juga: KKP akan optimalkan dana BLU LPMUKP bagi nelayan
Baca juga: Menteri Edhy dorong nelayan manfaatkan pinjaman BLU berbunga rendah

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar