BNI Syariah kucurkan bantuan Rp1,2 miliar untuk pemberdayaan santri

id bni syariah,hari santri,pemberdayaan santri,santri

Ilustrasi: Sekitar sepuluh ribu santri di Banyuwangi, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2019. Selasa (22/10/19) (ANTARA/HO Humas Pemkab Banyuwangi)

Jakarta (ANTARA) - Bank BNI Syariah mengucurkan bantuan sarana dan prasarana serta pelatihan program ketahanan pangan senilai Rp1,2 miliar untuk memberdayakan para santri.

"Diharapkan bantuan ini bisa mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan berbasis pesantren dan komunitas," kata Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, pada Hari Santri pihaknya mendukung pemberdayaan untuk empat pesantren yakni Pesantren Syeikh An-Nawawi Tanara, Serang Banten yaitu peralatan dan pelatihan wirausaha roti.

Kemudian Pesantren Madinatunnajah, Tangerang Selatan, berupa bantuan hidroponik dan green house untuk pondok pesantren.

Baca juga: Sri Mulyani: Pesantren berperan penting, strategis, dan unik

Dalam acara ini BNI Syariah juga menyalurkan bantuan santripreneur pelatihan pengembangan produk olahan tempe untuk santri dan pelajar.

Selanjutnya, Pesantren Investa Cendikia Amanah, Depok, yaitu pemberian kendaraan operasional serta penandatangan perjanjian kerja sama terkait pemanfaatan produk dan layanan perbankan syariah.

Bantuan juga diberikan kepada Pesantren Al-Ittifaq, Bandung yaitu penyerahan sumbangan dana pembangunan kandang sapi kepada Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq.

Kegiatan hari santri di empat pondok pesantren tersebut diharapkan dapat menjadi percontohan dalam hal ketahanan pangan berbasis pondok pesantren dan komunitas.

Baca juga: Kemenko: Santri jadi prioritas dalam strategi keuangan inklusif

Pesantren, kata dia, memiliki peran strategis khususnya pada masa pandemi COVID-19, diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat.

Pemberdayaan dari BNI Syariah itu diharapkan mendukung program akselerasi ekonomi kerakyatan berbasis pesantren dan komunitas sehingga mendorong kebangkitan UMKM dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Saat ini terdapat 64 juta pelaku UMKM di Indonesia, dengan 97 persen di antaranya adalah usaha mikro yang menyerap 107,2 juta orang berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM pada 2017.

Pesantren dapat menjadi sentra ekonomi kerakyatan, mendorong pengembangan industri halal serta ekonomi dan keuangan sehingga harapan Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah segera terwujud.

Baca juga: BI : Keuangan syariah diharapkan jaga stabilitas ekonomi saat pandemi

Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar