Menteri PPPA: Perempuan Bali tangguh hadapi pandemi COVID-19

id Perempuan Bali,Pandemi COVID-19,Bintang Darmawati Puspayoga,Protokol Kesehatan keluarga,Kesetaraan Gender

Menteri PPPA: Perempuan Bali tangguh hadapi pandemi COVID-19

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan Rakornas 2020, di Denpasar, Selasa (15/9/2020). ANTARA/HO-Humas Kementerian PPPA/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga meyakini para perempuan Bali tangguh menghadapi pandemi COVID-19 karena memiliki naluri sebagai seorang ibu dan istri yang melindungi dan menjaga anggota keluarganya.

"Perempuan Bali tetap mampu memastikan seluruh anggota keluarganya dalam keadaan baik dan sehat selama pandemi COVID-19," kata Bintang saat menjadi pembicara tentang kiprah perempuan Bali yang diadakan secara virtual oleh Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar sebagaimana siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Bintang mengatakan sama seperti perempuan di wilayah lain, tidak jarang perempuan Bali juga berperan mendampingi anak-anaknya belajar di rumah, mencari nafkah membantu perekonomian keluarga, dan peran penting dalam rangkaian kegiatan keagamaan.

Baca juga: Banyak perempuan jadi tulang punggung keluarga dimasa pandemi COVID-19

Baca juga: Akademisi: Perempuan lebih terlindungi dari COVID-19


Menurut Bintang, perempuan Bali identik dengan sifat pekerja keras dan tidak mudah menyerah. Budaya gotong royong dan saling tolong menolong juga sangat kental dan turun menurun pada masyarakat Bali hingga saat ini.

"Saya yakin potensi perempuan Bali adalah kekuatan bagi pembangunan bangsa, menuju perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia maju," tuturnya.

Sebagai upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 pada klaster keluarga, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menerbitkan Protokol Kesehatan Keluarga pada Masa Pandemi COVID-19.

Presiden Joko Widodo juga telah memberikan arahan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan wabah COVID-19 pada klaster keluarga, terutama dengan melibatkan perempuan sebagai tokoh yang berperan kuat dalam kehidupan keluarga.

"Besar harapan saya muncul kesadaran, upaya, partisipasi, dan keterlibatan aktif dari berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung tujuan kita bersama, yaitu pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, dan pelindungan anak di Bali," katanya. 

Baca juga: Psikolog : Perempuan lebih rentan alami depresi di lingkungan kerja

Baca juga: Survei: Perempuan memikul beban lebih berat semasa pandemi

 

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar