Akibat COVID-19, akreditasi 9 puskesmas di Banda Aceh ditunda 2021

id Dinas Kesehatan Banda Aceh,Dinkes Banda Aceh,Akreditasi Puskesmas,Pemkot Banda Aceh,Kota Banda Aceh

Kepada Dinas Kesehatan Banda Aceh Lukman ketika memberi sambutan pada lkakarya pemahaman standar akreditasi puskesmas di Banda Aceh, Selasa (20/10/2020). (FOTO ANTARA/HO-Dinkes Banda Aceh)

Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh menyatakan terpaksa menunda pelaksanaan akreditasi terhadap sembilan dari total 11 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) hingga 2021 akibat tim Kementerian Kesehatan enggan turun karena pandemi COVID-19.

"Untuk tahun 2021, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh akan melaksanakan survei reakreditasi pada sembilan puskesmas itu," kata Kepala Dinkes Kota Banda Aceh, Lukman di Banda Aceh, Sabtu.

Ia mengatakan terjadinya penundaan tahap survei reakreditasi pada tahun 2020 ini akibat munculnya pandemi COVID-19 yang menyerang paru-paru manusia, termasuk di daerah berjuluk Kota "Serambi Mekkah" itu.

Bahkan, kata dia, tercatat dua unit puskesmas yang terletak di kota paling utara Sumatera itu sempat ditutup dan tidak diperkenankan melayani warga  karena tenaga kesehatan juga terkonfirmasi positif COVID-19.

Walaupun kedua puskesmas itu, yakni Puskesmas Ulee Kareng dan Puskesmas Jeulingke kembali beroperasi di pertengahan Agustus lalu, namun tiga orang tenaga kesehatan terkonfirmasi positif COVID-19 menjalani isolasi mandiri.

"Dan kita juga sudah menggelar lokakarya pemahaman standar akreditasi puskesmas sebagai persiapan reakreditasi tahun depan yang dilaksanakan tanggal 20 hingga 21 Oktober 2020 di Banda Aceh," katanya.

Ia menyebut berbagai pemangku kepentingan terlibat dalam lokakarya yang berlangsung selama dua hari itu, di antaranya lingkungan Dinas Kesehatan baik provinsi, kota, dan termasuk kepala puskesmas setempat.

Pihaknya berharap melalui pelaksanaan kegiatan tersebut dapat meningkatkan mutu baik dalam pelayanan maupun keamanan ketika memberikan pelayanan kesehatan dan meningkatnya kinerja puskesmas sendiri.

Hal ini juga sejalan dengan visi misi wali kota dan wakil wali kota di misi keempat, yaitu peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

"Melalui pelatihan ini, kita harapkan semua puskesmas yang akan melakukan reakreditasi di tahun 2021 mampu untuk mencapai hasil tertinggi," demikian Lukman.

Baca juga: Dua puskesmas di Banda Aceh tutup karena COVID-19

Baca juga: Bener Meriah sediakan lima puskesmas gantikan RSUD yang ditutup

Baca juga: Dua puskesmas Banda Aceh kembali aktif layani pasien

Baca juga: Puskesmas Simpang Kiri ditutup sepekan akibat dokter positif COVID-19

Baca juga: Honor Rp1 juta sebulan, dokter puskesmas di Aceh Selatan mundur

Pewarta : Muhammad Said
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar