Gempa Pangandaran kejutkan warga Sukabumi

id Gempa Bumi Pangandaran ,Kota Sukabumi,Kabupaten Sukabumi,Dampak Gempa Pangandaran ,Gempa Pangandaran Dirasakan Warga Sukabumi

Gempa Pangandaran kejutkan warga Sukabumi

Lokasi pusat gempa bumi berkekuatan 5,5 SR (diperbaharui dari awalnya 5,9 SR) yang berpusat atau episenter terletak pada koordinat 8,2 LS dan 107,86 BT tepatnya di laut pada jarak 88 km arah Barat Daya Kota Pangandaran, Jawa Barat dengan kedalaman 62 km. ANTARA/HO-Dok.BMKG

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Gempa bermagnitudo 5,5 yang berpusat di perairan laut selatan Kabupaten Pangandaran sempat mengejutkan sebagian warga di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada pukul 07.56 WIB Minggu.

"Saat gempa terjadi saya sedang membersihkan akuarium dan memberikan makan ikan, tiba-tiba datang gempa dan air dalam akuarium pun berguncang, tanpa pikir panjang saya langsung lari ke luar rumah karena getarannya cukup kencang saya rasakan," kata warga Kampung Benteng Kidul, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi Rudiansyah, Minggu.

Informasi yang didapat dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofikasi (BMKG) melalui rilis onlinenya menyebutkan gempa bumi tersebut berkekuatan 5,5 Skala Richter (diperbaharui dari awalnya 5,9 SR) yang berpusat atau episenter terletak pada koordinat 8,2 LS dan 107,86 BT tepatnya di laut pada jarak 88 km arah barat daya Kota Pangandaran, Jawa Barat dengan kedalaman 62 km.

Baca juga: Guncangan gempa di Pangandaran dirasakan hingga Yogyakarta

Getaran gempa bumi tidak hanya dirasakan di Kota Sukabumi saja, tetapi sebagian masyarakat Kabupaten Sukabumi juga dibuat panik. Seperti pengakuan dari salah seorang warga Kampung Cirumput, Kecamatan Sukalarang Dian Andriani.

Saat kejadian gempa bumi, dirinya sedang melayani pembeli yang kebetulan ia berjualan berbagai macam kuliner. Awalnya ia mengira getaran tersebut karena ada truk bermuatan besar melintas, sebab rumahnya tepat di pinggir jalan besar, tetapi tidak ada yang melintas.

Ditambah, rumahnya berguncang dan tetangganya pun berhamburan keluar rumah, ia pun langsung panik dan tanpa pikir panjang, mematikan kompor yang masih menyala dan meraih anaknya untuk menyelamatkan diri.

"Getarannya memang tidak lama, tapi cukup kencang saya rasakan. Awalnya dikira ada truk besar melintas tetapi tidak ada, saya tambah panik saat melihat warga berhamburan keluar rumah," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik Kota maupun Kabupaten Sukabumi terkait kerusakan fasilitas umum, bangunan dan sarana prasarana lainnya dampak gempa Pangandaran tersebut. 

Baca juga: Gempa Pangandaran guncang wilayah Priangan Timur
Baca juga: Gempa magnitudo 5,9 di Pangandaran tidak berpotensi tsunami

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar