Kemarin gempa landa Pangandaran, 22 ribu warga Bogor terdampak banjir

id gempa pangandaran,banjir bogor,banjir ciamis,covid indonesia

Kemarin gempa landa Pangandaran, 22 ribu warga Bogor terdampak banjir

Warga menyaksikan rumah yang rusak di Dusun Kertaharja, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (25/10/2020), akibat gempa berkekuatan 5,9 yang berpusat di dekat Pangandaran, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc.

Jakarta (ANTARA) - Pada Minggu (25/10) sebanyak 29 rumah warga di lima kabupaten/kota rusak akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Pangandaran dan 22 ribu warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terdampak banjir.

Selain itu ada warta mengenai perkembangan kasus COVID-19 yang bisa disimak kembali dalam rangkuman berita berikut.

29 rumah rusak akibat gempa di Pangandaran

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menyatakan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 5,9 yang terjadi di Kabupaten Pangandaran, Minggu (25/10) menyebabkan kerusakan 29 rumah warga di Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, dan Kota Tasikmalaya.

Guncangan gempa di Pangandaran dirasakan hingga Yogyakarta

Gempa bumi berkekuatan 5,9 yang terjadi di Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (25/10) pagi, guncangannya dirasakan di sejumlah daerah termasuk Yogyakarta.

22.000 warga terdampak banjir di Gunungputri Bogor,

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyatakan bahwa banjir yang terjadi di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, berdampak pada 22.000 warga.

Gempa Pangandaran sebabkan kerusakan rumah warga di Garut dan Ciamis

Gempa bumi bermagnitudo 5,5 yang berpusat di perairan laut selatan Kabupaten Pangandaran, Minggu pagi (25/10), juga menyebabkan kerusakan beberapa rumah penduduk di daerah Garut dan Ciamis.

313.714 dari 389.712 pasien COVID-19 sudah sembuh

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 di Indonesia bertambah 4.545 menjadi 313.764 orang dan jumlah kasus infeksi virus corona SARS-CoV-2 bertambah 3.732 menjadi total 389.712 kasus pada Minggu (25/10).

 

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar