Sri Mulyani ingin pejabat Kemenkeu bagikan pengalaman lewat buku

id APBN,Sri mulyani,Reformasi,bedah buku

Sri Mulyani ingin pejabat Kemenkeu bagikan pengalaman lewat buku

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara bedah buku berjudul "Treasury Indonesia: Modernisasi Pengelolaan Perbendaharaan Berkelas Dunia" di Jakarta, Senin (26/10/2020). ANTARA/Astrid Faidlatul Habibah

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginginkan para pejabat Kementerian Keuangan membagikan ilmu dan pengalamannya terkait pengelolaan keuangan negara melalui buku, sehingga dapat dibaca oleh masyarakat.

"Saya betul-betul menginginkan para pejabat Kemenkeu menuangkan dalam berbagai macam buku dan sharing pengalaman," katanya dalam acara bedah buku "Treasury Indonesia: Modernisasi Pengelolaan Perbendaharaan Berkelas Dunia" di Jakarta, Senin.

Baca juga: Sri Mulyani: Maksimalkan penggunaan APBN untuk respons dampak pandemi

Sri Mulyani berharap Kemenkeu mengikuti jejak Marwanto Harjowiryono yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan dan merupakan penulis buku "Treasury Indonesia: Modernisasi Pengelolaan Perbendaharaan Berkelas Dunia".

Menurut dia, ilmu dan pengalaman dari seorang pejabat negara akan mengikuti jejak karirnya sehingga jika pejabat tersebut pensiun, maka ilmu dan pengalamannya terhadap bidang yang digeluti turut berhenti.

"Ilmu yang menempel pada pejabatnya, kalau pejabatnya sudah hilang atau pensiun, maka ilmu yang sebagian banyak bersifat pasif knowledge itu juga ikut pensiun," katanya.

Oleh sebab itu, Sri Mulyani menuturkan buku dan seminar merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengabadikan ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang pejabat.

"Padahal, seharusnya ilmu itu tidak boleh pensiun. Ilmu harus terus berkembang," tegasnya.

Tak hanya itu, ia menyebutkan bahwa Kemenkeu pun saat ini memiliki dan sedang menjalankan program corporate university dalam rangka membagikan ilmu keuangan negara kepada masyarakat.

Ia mengatakan para pejabat Kemenkeu merupakan produser dari setiap ilmu yang dibagikan dalam program tersebut.

"Ilmu mengenai keuangan negara dan pemegang serta produsen ilmu ini tidak boleh kemudian ilmunya tidak di-capture, tidak ditangkap, tidak kemudian dibagikan," tegasnya.

Sri Mulyani menyatakan program ini merupakan salah satu langkah pemerintah dalam melakukan reformasi keuangan negara yaitu mendorong masyarakat khususnya generasi muda untuk sepenuhnya memahami mengenai keuangan negara.

"Ini yang sekarang kami giatkan di dalam berbagai macam cara Kemenkeu untuk terus meng-capture ilmu yang muncul dalam kita melaksanakan suatu reformasi di bidang keuangan negara," ujarnya.

Baca juga: Kemenkeu: Reformasi kebijakan pondasi capai Indonesia Maju 2045
Baca juga: Sri Mulyani sebut pembangunan SDM kunci kesuksesan negara

Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar