Pembangunan pendidikan di Indonesia timur didukung FPAN MPR

id MPR RI,DPR RI

Pembangunan pendidikan di Indonesia timur didukung FPAN MPR

Ketua Fraksi PAN MPR Ali Taher Parasong (kedua dari kiri) bersama Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi (ketiga dari kiri) meresmikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Lamakera, NTT. (ANTARA/Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Fraksi PAN MPR Muhammad Ali Taher Parasong mendukung langkah pemerintah membangun Indonesia timur melalui pendidikan karena dapat meningkatkan sumber daya manusia sebagai salah satu modal penting mewujudkan kemajuan kawasan itu pada masa mendatang.

"Langkah mendirikan dan menegerikan madrasah aliyah yang berada di Lamakera dan NTT pada umumnya, merupakan upaya ikhtiar untuk menggeser air mata dan derita kemiskinan menjadi sebuah senyum kebahagiaan. Upaya inilah yang saya lakukan untuk meningkatkan kesetaraan dan kesederajatan status sosial sebagai sesama anak bangsa," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Melalui pendidikan, kata dia, sumber daya manusia di Indonesia timur dapat setara dengan wilayah Indonesia lainnya.

Hal itu dikatakan Ali Taher saat bersama Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Zainut Tauhid Sa'adi meresmikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Lamakera dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Munawarah di Riang Bao Lembata Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ia menjelaskan sudah banyak tokoh nasional yang mendukung ide Lamakera sebagai episentrum peradaban Islam.

Hal tersebut, menurut Anggota Komisi VIII DPR RI itu, merupakan terobosan edukatif, peluang, dan pembelajaran bagi masyarakat di Lamakera.

"Langkah itu agar selalu membangun kepercayaan diri untuk menjadi kekuatan dalam setiap gerak perubahan melalui bukit peradaban. Saya tetap peduli dengan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Lamakera, bumi Lamaholot dan NTT, pada umumnya adalah daerah tanah kelahiran saya," ujarnya.

Baca juga: Syarief Hasan : Pesantren tempat belajar calon pemimpin bangsa

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan pengembangan pendidikan di Indonesia timur perlu mendapatkan afirmasi dan perhatian secara khusus.

Hal itu, menurut dia, perlu ditempuh karena wilayah tersebut merupakan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Ia mengapresiasi langkah Anggota Komisi VIII DPR M. Ali Taher Parasong dalam membangun kemajuan pembangunan di Flores Timur.

"Saya berharap dengan adanya MAN 2 Flores Timur, sumber daya manusia di daerah ini dapat ditingkatkan dan kemiskinan dapat menurun," katanya.

Ia berharap, Masjid Al Munawarah Lembata dapat menjadi rumah ibadah yang memadai untuk umat muslim mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadi jembatan silaturahim sesama umat muslim.

Menurut dia, masjid juga harus dapat menjadi tempat pendidikan agama bagi umat muslim di Lembata sehingga mereka memiliki pemahaman yang komprehensif dan inklusif.

"Masjid dapat juga menjadi sebuah penguatan ekonomi masyarakat dengan membentuk sebuah UMKM dan sebagainya," ujarnya.

Menurut dia, masyarakat Flores Timur hidup damai dan rukun di tengah perbedaan agama.

Kebiasaan hidup berdampingan itu, kata dia, bukti nyata dan suatu contoh bagi daerah lain di Indonesia, bahkan dunia.

Baca juga: MPR ajak masyarakat peringati Hari Santri dalam semangat bela negara
Baca juga: MPR: Hari Santri momentum perkuat pendidikan di pesantren


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar