KPU Depok belum jadwalkan sesi debat kandidat pilkada

id Kpu depok,Pilkada depok,Debat kandidat

Kantor KPU Kota Depok, Jawa Barat. ANTARA/Feru Lantara

Depok (ANTARA) - KPU Kota Depok, Jawa Barat, hingga Selasa belum menjadwalkan kapan sesi acara debat kandidat untuk mengetahui gagasan, ide dan program pasangan calon wali kota dan wakil wali kota setempat pada Pilkada 2020.

"Jadwal debat hingga kini belum ada. Saat ini masih dalam pembahasan," kata Koordinator Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Kota Depok Mahadi di Depok.

Mahadi mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pembahasan sehingga membutuhkan persiapan yang matang untuk acara debat kandidat tersebut.

Baca juga: KPU optimistis penyelenggaraan Pilkada Depok berjalan sukses

"Pembahasannya terkait dengan masalah administrasi dan mekanisme debatnya seperti apa," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa debat kandidat memang sudah ada dalam tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok 2020.

"Kalau tahapan pilkada ada debat kandidat minimal satu kali dan maksimal tiga kali," katanya menjelaskan.

Dikatakannya bahwa nantinya sesi acara debat tersebut akan disiarkan secara langsung di televisi.

"Nanti disiarkan di televisi," ungkapnya.

Sebelumnya, anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini mengingatkan agar debat publik kampanye Pilkada Serentak 2020 jangan sekadar menggugurkan kewajiban dan harus dibuat mampu mengelaborasi gagasan, program, dan kapasitas calon secara maksimal

Titi mengatakan bahwa debat publik jangan monoton, atau sekadar menggugurkan kewajiban pasangan calon dalam tahapan kampanye Pilkada 2020.

"(Seharusnya) debat pada masa pandemik COVID-19 sangat strategis karena bisa menjangkau pemilih lebih masif melalui media penyiaran," ucapnya.

Baca juga: KPU Depok gunakan mobil "wowo-woro" sosialisasikan pilkada

Pilkada memiliki sejumlah tantangan utama karena harus berlangsung di tengah pandemik COVID-19. Kualitas dan kuantitas partisipasi pemilih pada masa kampanye menurun.

"Kualitas kompetisi yang bebas dan adil (kompetisi yang kompetitif) bisa terdistorsi karena batasan-batasan kandidat dalam menjangkau pemilih akibat pandemik COVID-19," ucap-nya.

Pewarta : Feru Lantara
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar