Kasus COVID-19 bertambah empat orang di Purbalingga

id purbalingga,covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono (ANTARA/HO - Humas Pemkab Purbalingga)

Purbalingga (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah mencatat terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah ini sebanyak empat kasus, sehingga secara total menjadi 339 orang.

"Pada hari Rabu (28/10) kemarin secara total tercatat ada 335 kasus dan hari ini bertambah empat menjadi 339 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga Hanung Wikantono di Purbalingga, Jawa Tengah, Kamis.

Dia juga menjelaskan dari 339 pasien positif tersebut, 226 telah sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, 8 orang meninggal dunia dan 105 orang lainnya masih dirawat intensif di fasilitas kesehatan yang ada di wilayah ini," katanya.

Selain itu dia juga kembali menegaskan bahwa meskipun tingkat kesembuhan pasien cukup tinggi namun tren kasus COVID-19 di wilayah ini juga masih mengalami kenaikan.

"Kami sekali lagi menegaskan bahwa meskipun tingkat kesembuhan pasien terbilang tinggi namun penambahan kasus COVID-19 di Purbalingga masih terus terjadi sehingga masyarakat jangan mengabaikan protokol kesehatan," katanya.

Untuk itu pihaknya terus menerus mengingatkan agar masyarakat disiplin memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Selalu patuhi protokol kesehatan, jangan sampai abai, demi mencegah penyebaran COVID-19 dan demi kebaikan bersama," katanya.

Baca juga: Dinkes Purbalingga: Pasien COVID-19 yang sembuh terus bertambah

Baca juga: Bupati Purbalingga: Pasien COVID-19 bertambah lima orang

Dia juga kembali mengatakan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus berupaya menekan jumlah kasus COVID-19 di wilayah setempat.

"Kami terus berupaya menekan pertambahan kasus COVID-19 dengan menggencarkan program 3T yakni pemeriksaan (testing), pelacakan (tracing) dan pengobatan (treatment).

"Kami terus berupaya mengoptimalkan program 3T," katanya.

Kendati demikian dia juga mengingatkan bahwa penerapan program 3T juga perlu didukung dengan penerapan 3M di tengah masyarakat, yaitu dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Kami mengajak masyarakat untuk berbagi tugas dengan pemerintah yang terus melakukan 3T, ini kita telusuri terus. Namun sambil kami melakukan 3T, masyarakat juga jangan sampai lengah untuk terus melakukan 3M dalam kegiatan sehari-hari," katanya.

Dia mengatakan peran seluruh masyarakat di wilayah ini dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19 sangatlah penting.

Baca juga: Warga dari luar kota yang masuk Purbalingga diminta isolasi mandiri

Baca juga: Bupati Purbalingga: Peran apoteker strategis dalam pencegahan COVID-19


Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar