Masyarakat dinilai bisa patuhi protokol kesehatan pada pilkada 2020

id Pilkada serentak tahun 2020,Tahapan Pilkada,Protokol kesehatan pada Pilkada,Kampanye pilkada

Masyarakat dinilai bisa patuhi protokol kesehatan pada pilkada 2020

Analis Politik dari Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago (ANTARA/HO/Pangi Syarwi)

Bogor (ANTARA) - Analis politik Pangi Syarwi Chaniago menyatakan masyarakat bisa mematuhi aturan penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2020, asalkan terus diingatkan.

Menurut Pangi Syarwi Chaniago, pemerintah terutama penyelenggara pemilu, harus terus mengingatkan masyarakat, agar mematuhi protokol kesehatan, sehingga pelaksanaan Pilkada Serentak pada 9 Desember mendatang, berjalan lancar dan memenuhi aturan protokol kesehatan.

Analis politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan hal itu melalui tertulisnya melalui pesan "whatsapp", Jumat.

Menurut Pangi Syarwi, pemerintah agar tidak bosan untuk terus mengingatkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan, pada semua kegiatan tahapan pilkada yang melibatkan masyarakat, misalnya kampanye.

"Saya percaya, masyarakat bisa mematuhi aturan untuk menerapkan protokol kesehatan, asalkan terus diingatkan," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center ini.

Pangi menegaskan, protokol kesehatan harus terus diterapkan pada semua tahapan pilkada serentak tahun 2000 guna mencegah penyebaran COVID-19.

Menurut Pangi, kalau masyarakat tidak disiplin dan tidak menerapkan protokol kesehatan pada pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 dikhawatirkan penyebaran COVID-19 akan meningkat lagi.

Pilkada serentak tahun 2020 akan dilaksanakan secara serentak di 270 daerah, pada 9 Desember mendatang.

Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 tahun 2020 mengatur tahapan kampanye pilkada serentak tahun 2020, yakni pada 26 September hingga 5 Desember 2020.

Rinciannya adalah;
1. Pertemuan terbatas, tatap muka, dan dialog, penyebaran bahan kampanye, pemasangan alat peraga kampanye (APK) dan kegiatan lainnya (26 September - 5 Desember 2020)
2. Debat publik/terbuka antar pasangan calon (26 September - 5 Desember 2020)
3. Kampanye melalui media massa, cetak, dan elektronik (22 November - 5 Desember 2020)
4. Masa tenang dan pembersihan alat peraga kampanye (6 - 8 Desember 2020).

Baca juga: Satgas COVID-19 Indramayu terbitkan aturan prokes di Pilkada 2020

Baca juga: Dinamika politik pilkada di negeri berjuluk Bunda Tanah Melayu

Baca juga: Bawaslu temukan indikasi politik uang di Kabupaten Pelalawan Riau

Baca juga: Pilkada, ancaman COVID-19 hingga netralitas ASN

Pewarta : Riza Harahap
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar