MPR: Pemerintah harus gencar sosialisasikan urgensi vaksin COVID-19

id Syarief Hasan,Vaksin COVID-19,MPR RI,protokol kesehatan

MPR: Pemerintah harus gencar sosialisasikan urgensi vaksin COVID-19

Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan (tengah) menghadiri acara Seminar Nasional Kebangsaan MPR RI, di kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10). (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan meminta pemerintah gencar melakukan sosialisasi dengan berbagai bentuk yang tentunya mudah dicerna masyarakat terutama rakyat kecil terkait urgensi pemberian vaksin COVID-19.

Syarief sangat memaklumi jika ada sebagian masyarakat yang khawatir terkait vaksin COVID-19, namun masyarakat hanya butuh pemahaman yang jelas seputar vaksin, manfaat dan dampak-dampaknya buat mereka.

"Menurut saya bukan ketakutan tapi hanya khawatir saja. Namun jangan juga perasaan masyarakat itu dibiarkan saja mereka hanya butuh pemahaman yang jelas seputar vaksin, manfaat dan dampak-dampaknya buat mereka," kata Syarief dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Hal itu dikatakan Syarief usai menghadiri acara Seminar Nasional Kebangsaan MPR RI, di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/10).

Dia mengatakan pandemi COVID-19 semakin menyengsarakan rakyat terutama mengancam kesehatan dan berpegang kepada amanah UUD NRI Tahun 1945 Pasal 28H ayat (1) yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan, pemerintah harus melakukan upaya-upaya luar biasa untuk menjamin itu.

Salah satu bentuknya menurut dia dengan memberikan vaksin COVID-19 dan kabar yang diterimanya, di awal tahun 2021 vaksin sudah ada dan langsung didistribusikan.

"Tapi, ada juga informasi yang mengatakan di akhir 2020 vaksin tahap pertama sudah siap. Secepatnya saya kira lebih bagus. Untuk masyarakat, jika sudah tersedia, saya imbau jangan takut lakukan vaksinasi, ini demi keselamatan kita semua," ujarnya.

Dia mengatakan vaksin sangat diperlukan sebagai langkah upaya pertahanan diri dari serbuan virus yang tidak jelas kapan berakhirnya. Syarief khawatir, jika tidak ada vaksin maka akan lebih memperburuk situasi.

"Kami hari demi hari menjadi semakin was-was, sementara itu, korban terus berjatuhan. Ketika itu dibiarkan terjadi, penanganannya akan jauh lebih sulit nanti," katanya.

Menurut dia, dengan pemberian vaksin, mudah-mudahan akan terhindar dari virus dan walaupun ada yang meragukan bahkan tidak percaya keampuhannya, setidaknya ada solusi yang nyata dalam penanganan pandemi ini.

Syarief menyarankan agar pemberian vaksin kepada masyarakat diberikan secara gratis atau kalau tidak bisa, dilakukan dengan mekanisme subsidi silang agar tidak membebani rakyat.

"Kalau perlu vaksin COVID-19 digratiskan saja sekalian, jika memang tidak memungkinkan gratis atau murah, dilakukan subsidi silang. Intinya, jangan sampai membebani rakyat kecil yang keadaannya sudah sangat terpuruk," ujarnya.

Baca juga: Resesi dan pandemi, persoalan yang harus diselesaikan bersama

Baca juga: Ada vaksin, Erick ajak generasi muda tetap lakukan protokol COVID

Baca juga: Bio Farma: 837 relawan vaksin COVID masuk periode monitoring efikasi

Baca juga: Menko Airlangga: Tiga juta vaksin Sinovac siap masuk RI akhir 2020


Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar