Sukses pertahankan gelar, Inoue siap buru sabuk juara berikutnya

id Tinju,Naoya Inoue

Sukses pertahankan gelar, Inoue siap buru sabuk juara berikutnya

Dokumentasi: Naoya Inoue merayakan kemenangannya atas Nonito Donaire dari Filipina di final kelas bantam Seri Super Tinju Dunia mereka di Saitama Super Arena di Saitama pada 7 November 2019. ANTARA/AFP/Kazuhiro NOGI

Jakarta (ANTARA) - Seusai mempertahankan gelar juara kelas bantam IBF dan WBA, petinju Jepang, Naoya Inoue mengaku siap-siap untuk menambah koleksi sabuk juara dunia di pinggangnya dengan memburu gelar versi WBC dan WBO.

"(Pemenang) Nordine Oubaali lawan Nonito Donaire dengan gelar WBC dan Casimero dengan gelar WBO, mereka dalam pandangan saya sejauh ini untuk pertarungan berikutnya," kata Inoue seusai menang KO di ronde ketujuh atas Jason Moloney di MGM Grand Conference Center, Las Vegas, Minggu WIB. 

Promotor Bob Arum pun nampaknya siap memfasilitasi ambisi Inoue merajai kelas bantam di seluruh versi.

Bob Arumdari, yang perusahaannya Top Ranks menandatangani kontrak promosi dengan Inoue setelah ia mengalahkan Donaire tahun lalu di putaran final turnamen Seri Super Tinju Dunia, menyebut Inoue sebagai "petarung spesial".

 "Saya sudah lama tidak melihat petarung muda seperti itu," kata Arum.  "Dan penghargaan untuk Jason Moloney karena bertarung seperti pejuang. Dia memberikan yang terbaik."

Arum juga mengatakan kepada The Athletic bahwa pertarungan Inoue nelawan Casimero diharapkan terlaksana pada Maret tahun depan.

Naoya Inoue tampil dominan saat melawan petinju Australia Jason Moloney dan berhasil  menghentikan lawannya di ronde ketujuh.

Kemenangan tersebut membuat Inoue sukses mempertahankan gelar juara dunia kelas bantam IBF dan WBA.
 
Petinju berusia 27 tahun ini menunjukkan cara bertinju ciamik yang membuatnya menduduki peringkat 3 pound-for-pound petarung versi ESPN di dunia.

Baca juga: Pukul KO Moloney, Inoue pertahankan sabuk kelas bantam WBA dan IBF

Petinju berjulukan "the monster" itu mencetak dua knockdown. Di ronde keenam, sebuah hook kiri Inoue membuat Moloney (21-2, 18 KO) jatuh, namun petinju Australia ini mampu bangkit kembali.

Pada ronde ketujuh, kombinasi pukulan Inoue kembali membuat Maloney terkapar. Saat dia mencoba untuk bangkit, dia roboh lagi dan kemudian tidak sadar, dan wasit Kenny Bayless pun menghentikan pertarungan pada menit ke 2:59 ronde ketujuh.

"Pukulan terakhir? Saya sangat senang dan puas dengan pukulan itu," kata Inoue, yang telah memenangkan gelar di kelas terbang junior dan kelas bantam junior, dan saat ini memegang sabuk WBA dan IBF dengan berat 118 pound.

Baca juga: Mantan pelatih tinju nasional Carol Renwarin meninggal dunia

"Moloney memiliki pertahanan yang hebat, dan sangat sulit untuk melewatinya. Dua pukulan yang Anda sebutkan adalah sesuatu yang sangat kami latih di Jepang, dan saya mampu tampil baik dan menggunakannya, dan saya sangat senang dengan itu," katanya seperti dikutip ESPN.

Setelah dua ronde pertama yang relatif berimbang, Inoue (20-0, 17 KO) mulai unggul sejak ronde ketiga. Ia melontarkan berbagai macam pukulan cepat dari kedua tangannya.

Bukan hanya kecepatan tangannya, tetapi kemampuannya untuk bergerak keluar masuk dengan kakinya juga memungkinkan Inoue untuk mengontrol jarak dan tempo.

Inoue awalnya dijadwalkan untuk menghadapi penantang utama kelas bantam WBO John Riel Casimero pada 25 April sebelum pertarungan itu dibatalkan karena pandemi virus corona.

Baca juga: Lopez taklukkan Lomachenko untuk rengkuh empat sabuk ringan super

Pewarta : Dadan Ramdani
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar