Menteri Kelautan dorong ekspor ikan dapat langsung dari Aceh

id sektor perikanan aceh,ekspor perikanan,kkp

Menteri Kelautan dorong ekspor ikan dapat langsung dari Aceh

Dokumentasi - Nelayan tradisional membenahi alat tangkap pukat pantai di perairan Kampung Jawa, Banda Aceh, Jumat (7/2/2020). ANTARA FOTO/Ampelsa/hp/aa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mendorong ekspor komoditas sektor kelautan dan perikanan dapat dilakukan langsung dari Provinsi Aceh, dan KKP siap membantu pengembangannya.

"Potensi laut luar biasa, potensi ekspor juga kalau bisa langsung bawa dari Aceh," kata Edhy Prabowo dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.

Menteri menyatakan menyetujui rencana pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Barat Daya dan Kabupaten Nagan Raya.

Baca juga: Aceh Barat siap jadi pusat pengembangan perikanan modern di Sumatera

Bahkan, dia menginstruksikan jajaran eselon satu Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mencatat kebutuhan yang diajukan oleh masing-masing daerah tersebut.

Edhy juga telah beraudiensi dengan Bupati Aceh Barat, Bupati Nagan Raya dan perwakilan Kabupaten Aceh Barat Daya di Jakarta, 2 November 2020.

Ia menilai bahwa Provinsi Aceh memiliki potensi laut yang luar biasa dengan letak geografis yang berada di dekat negara tetangga, juga memungkinkan komoditas kelautan dan perikanan untuk langsung ekspor dari bumi Serambi Mekah.

Karenanya, Menteri Kelautan dan Perikanan menegaskan akan fokus di bidang budidaya, khususnya komoditas udang dan bidang perikanan tangkap.

Baca juga: KKP dukung penguatan sektor perikanan di Aceh Jaya

"Nanti kita perkuat, cold storage jadi prioritas tambak jadi prioritas," ucapnya.

Sementara Bupati Nagan Raya, M Jamin Idham menyebut panjang pantai wilayahnya mencapai 74 kilometer, 12 kilometer diantaranya berpotensi untuk dijadikan tambak udang.

Selain itu, ujar Jamin Idham, di daerah tersebut juga terdapat dua pangkalan pendaratan ikan (PPI) serta adanya persoalan tersumbatnya muara yang menyulitkan nelayan.

Di tempat yang sama, Bupati Aceh Barat Ramli MS mengajukan sejumlah usulan pembangunan di daerahnya di antaranya cold storage berkapasitas 200 ton. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan agar suplai ikan di pasaran bisa terjaga, baik dari kualitas maupun harga ikannya lebih stabil.

Tak hanya itu, Ramli juga mengajukan tentang pembangunan pasar ikan higienis guna meningkatkan konsumsi ikan masyarakat, penyediaan tempat jual beli yang nyaman, bersih, serta memenuhi standar sanitasi dan higienis.

Baca juga: Aceh ekspor enam ton ikan segar lewat laut ke Thailand

Termasuk juga pembangunan sentra kuliner untuk menampung dan memasarkan produk-produk dari hasil kelautan dan perikanan serta terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Berikutnya pemberdayaan kampung nelayan maju untuk mewujudkan peningkatan ekonomi dan taraf hidup masyarakat nelayan di Kabupaten Aceh Barat. Terakhir, Ramli meminta bantuan ekskavator untuk percepatan pembangunan usaha budidaya melalui peningkatan infrastruktur kolam dan tambak budidaya serta jaringan irigasi yang memadai.

Baca juga: Puluhan ton ikan diterima Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja-Aceh setiap hari

Baca juga: KKP susun daftar penyakit ikan berbahaya demi jaga kualitas ekspor

Baca juga: KKP dukung ekspor perdana kepiting bakau hidup dari Papua

Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar