Pemkot Jakpus dorong RT/RW data warga pasca liburan panjang

id Irwandi, protokol kesehatan, libur panjang, COVID-19, klaster keluarga, libur maulid nabi SAW

Pemkot Jakpus dorong RT/RW  data warga pasca liburan panjang

Warga menjalani tes usap atau swab test di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Jakarta, Senin (2/11/2020). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Pusat mendorong pengurus RT dan RW untuk mendata kesehatan warganya pasca liburan panjang khususnya untuk membantu proses pelacakan kasus COVID-19 mengingat saat libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2020  banyak warga yang bepergian ke luar kota.

"Saya memang mau cek ke kelurahan-kelurahan, ada gak RT sama RW yang lapor bahwa ini ada warga yang pergi waktu long weekend kemarin. Lalu sekarang mereka di isolasi gitu pasca liburan itu. Itu kita dorong jadi memudahkan pelacakan kasus COVID-19," kata Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi pada saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa.

Baca juga: Ketua MPR dorong pemerintah waspadai klaster libur panjang
 
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)


Peningkatan kasus COVID-19 khususnya untuk klaster keluarga memang sudah diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingat banyaknya masyarakat yang meninggalkan Ibu Kota untuk berlibur ke luar kota pada 28 Oktober - 1 November 2020.

Irwandi mengatakan dengan adanya pelaporan kondisi warga pasca libur panjang dari masing-masing RT/RW itu maka diharapkan dapat membantu Pemerintah Kota Jakarta Pusat mempercepat pelacakan dan penanganan COVID-19.

Baca juga: Anies ingatkan laksanakan protokol kesehatan di lingkungan keluarga

"Sebenarnya RT/RW-nya memang seharusnya monitor dulu dari awal. RT dan RW itu harusnya bikin laporan mingguan, buat sinkronisasi dengan kasus konfirmasi di Puskesmas. Pokoknya ini dilakukan untuk mempercepat 3T (Testing, Tracing, Treatment)," ujar Irwandi.

Sebelumnya, pada Sabtu (10/10) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengatakan libur panjang Maulid Nabi SAW  berpotensi meningkatkan kasus COVID-19.

Lalu pada Rabu (28/10) Ia pun meminta warga Jakarta untuk mengantisipasi kenaikan kasus COVID-19 itu dengan mengetatkan protokol kesehatan meski pada saat bersama keluarga.

Baca juga: DKI susun langkah antisipasi ada klaster COVID-19 akibat libur panjang

"Kami mengajak kepada semuanya di masa liburan ini mari kita libur sambil menjaga kesehatan, menjaga keselamatan, melindungi sesama. Ketika ingin melindungi saudara kita pakai masker ketika kita ingin memastikan orang tua kita sehat pakai masker jaga jarak cuci tangan dengan baik," kata Anies.

Anies optimistis dengan pemberlakuan protokol kesehatan maka lonjakan kasus aktif akan bisa ditekan.

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar