Dubes: Konferensi Ekonomi Digital ASEAN-China harus beri nilai tambah

id kerja sama ASEAN-China,konferensi kerja sama ekonomi Digital ASEAN-China,ekonomi digital ASEAN-China,perdagangan ASEAN-China,ASEAN ambil alih posisi U

Dubes: Konferensi Ekonomi Digital ASEAN-China harus beri nilai tambah

(ANTARA/ACC)

Fuzhou (ANTARA) - Konferensi Kerja Sama Ekonomi Digital ASEAN-China harus bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia, demikian Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun dalam pernyataan tertulisnya kepada ANTARA di Fuzhou, Selasa.

Dalam acara yang digelar di Kota Chengdu, Provisi Sichuan, pada 9 November mendatang, Dubes Djauhari akan menjadi pembicara utama.

Ia akan mengelaborasi potensi Indonesia yang melimpah di sektor ekonomi digital, sementara saat ini China semakin fokus pada pengembangan digital mulai dari pembayaran tanpa uang tunai hingga gaya hidup virtual.

Dalam kesempatan tersebut Dubes akan menjelaskan sejumlah kerja sama dengan China dan berbagai inisiatif untuk menjajaki dan memperdalam kerja sama dengan Indonesia di sektor ekonomi digital.

"Dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi di kawasan, Indonesia akan terus membuka potensi kerja sama dengan negara-negara ASEAN lainnya dan memanfaatkan hubungan persahabatan ASEAN-China untuk memajukan pembangunan ekonomi digital di ASEAN dan China," ujarnya.

Konferensi tersebut digelar ASEAN-China Center yang berkantor pusat di Beijing dan Pemerintah Kota Chengdu.

Acara itu bakal dihadiri sejumlah pejabat pemerintahan China, misi diplomatik ASEAN di China, pebisnis China dan ASEAN, akademisi, dan media.

Konferensi juga digelar secara daring untuk menjaring lebih banyak peserta dari berbagai negara.

Perdagangan ASEAN dan China tumbuh di tengah krisis pandemi COVID-19.

ASEAN mengambil alih posisi Uni Eropa sebagai mitra dagang terbesar China pada triwulan pertama 2020.

Perdagangan luar negeri China dengan ASEAN telah mencapai 991,34 miliar yuan selama periode tersebut atau naik 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memberikan kontribusi sebesar 15,1 persen dari total perdagangan global China.

Selain keputusan Inggris yang keluar dari UE pada akhir Januari, impor China dari ASEAN turut berkontribusi terhadap fenomena tersebut.

Baca juga: Kerja sama ASEAN-China diharapkan sasar isu energi bersih

Baca juga: KBRI Beijing dirikan PKBM Peking di Hong Kong

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar