Perusahaan rintisan eFishery kembangkan waralaba tambak udang

id perusahaan rintisan,startup,efishery,baba rafi,tambak udang,waralaba

Perusahaan rintisan eFishery kembangkan waralaba tambak udang

CEO & Co-Founder eFishery Gibran Huzaifah (kiri) dan founder dan group CEO Baba Rafi Enterprise Hendy Setiono, menandatatangani kerja sama digitalisasi tambak udang vaname, di Jakarta, Rabu (4/11/2020). ANTARA/HO-eFishery.

Jakarta (ANTARA) - Pewaralaba makanan Baba Rafi menggandeng perusahaan rintisan agriculture technology (agritech) eFishery mengembangkan franchise 17 tambak udang vaname seluas 40.000 meter per segi.

“Bagi Baba Rafi, ini adalah kerja sama pertama dengan tech startup untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi udang vaname dengan menerapkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT),” kata founder dan group CEO Baba Rafi Enterprise, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dalam kerja sama ini, eFishery akan mengatur manajemen operasional tambak dan memberikan pendampingan dari awal hingga akhir siklus budi daya udang. Penerapan teknologi oleh eFishery diperkirakan mampu menekan angka kegagalan panen hingga 50 persen.

Pendampingan dimulai dari proses penyediaan benih, pemilihan pakan, hingga penyediaan teknologi pendukung. Selain teknologi eFisheryFeeder yang mampu mengefisienkan FCR, eFishery juga menggunakan inovasi terbaru untuk menghindarkan penyakit pada udang.

“Di era Revolusi Industri 4.0, peran teknologi sangat penting dalam segala hal, salah satunya di bidang akuakultur. Kami ingin berperan dalam perubahan tersebut dan kolaborasi ini diharapkan dapat mencapai hasil yang maksimal,” katanya.

Sementara itu, CEO & Co-Founder eFishery Gibran Huzaifah, mengungkapkan kerja sama dengan Baba Rafi yang ahli dalam mengelola franchise ini merupakan suatu bentuk strategic partnership. Baba Rafi yang ahli dalam mengelola bisnis waralaba sedangkan eFishery yang mengelola operasional tambak.

“Kami berharap kerja sama ini memberi manfaat dan dapat menjadi lokomotif dalam mengakselerasi dan menjadikan Indonesia sebagai produsen udang nomer satu di dunia,” ujar Gibran.

Udang merupakan hasil ekspor perikanan andalan Indonesia yang jumlahnya mencapai hingga 40 persen dari seluruh ekspor perikanan. Selain itu, udang juga termasuk dalam 10 komoditas non-migas dengan surplus terbesar di Indonesia.

Melalui waralaba tambak udang, Baba Rafi mengundang masyarakat untuk dapat menjadi investor dengan seluruh operasional dan manajemen bisnis dikelola oleh pihak Baba Rafi sehingga tingkat keamanan dalam berinvestasi terjamin.

Sejak didirikan tahun 2013, eFishery dikenal sebagai pemain utama di bidang teknologi akuakultur dan merupakan perusahaan aquaculture intelligence pertama di Indonesia.

Potensi tambak udang di Indonesia sangat besar, dan dengan target pemerintah untuk meningkatkan nilai produksi udang sebesar tiga kali lipat selama lima tahun ke depan, dibutuhkan inovasi bisnis agar hal ini dapat tercapai.

Kombinasi antara teknologi, pendekatan keilmuan, dan staf ahli di lapangan ini diprediksi mampu meningkatkan tingkat produksi atau hasil panen dari tambak udang hingga 25-30 persen. Upaya ini diharapkan mampu mendongkrak potensi Indonesia yang saat ini merupakan negara produsen udang ketiga terbesar di dunia, setelah China dan India.

Hingga saat ini, Baba Rafi mengelola 204 kolam tambak yang berada di Subang dan Lampung. Sejak diluncurkan pada 2017, waralaba tambak udang vaname Baba Rafi telah memiliki ratusan investor. Dalam beberapa tahun ke depan, diharapkan akan ada 500 tambak yang dikelola secara digital oleh Baba Rafi dan eFishery.

Baca juga: KKP targetkan Muaragembong Bekasi jadi sentra budi daya udang vaname
Baca juga: Kemenperin fasilitasi pengembangan tambak udang vaname di Gorontalo


Pewarta : Royke Sinaga
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar