Kasus kebakaran di Jakarta Barat menurun

id Damkar jakarta barat, kasus kebakaran jakarta barat, sudin gulkarmat jakarta barat,penyemprotan disinfektan

Kasus kebakaran di Jakarta Barat menurun

Kebakaran Tempat Usaha Petugas Sudin Damkar Jakarta Barat memadamkan sisa-sisa api yang membakar rumah makan di Jalan Anggrek Neli Murni, Kemanggisan, Jakarta, Jumat (25/8/2017). Sebanyak 16 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang menghanguskan 3 bangunan tempat usaha itu, yang hingga saat ini penyebabnya masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat menyebutkan kasus kebakaran di wilayah itu sejak Januari hingga Oktober 2020 menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Menurut data Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, mulai Januari hingga akhir Oktober 2020 tercatat ada sebanyak 281 kasus kebakaran di Jakarta Barat.

"Tahun 2019 dari Januari sampai Oktober ada 348 kasus kebakaran. Artinya ada penurunan 67 kasus dibanding tahun lalu," kata Kasi Pengendalian Gulkarmat Jakarta Barat Eko Sumarno di Jakarta, Kamis.

Eko menyebutkan, pandemi COVID-19 yang membuat masyarakat lebih banyak di rumah sehingga berpengaruh terhadap menurunnya jumlah kebakaran.

Eko merinci kasus kebakaran paling banyak terjadi pada bulan Juli, yakni 42 kasus. Kemudian disusul pada Juni dan Agustus, masing-masing sebanyak 39 kasus dalam sebulan.

"Sedangkan untuk wilayah yang paling banyak kebakaran ada di wilayah Cengkareng dengan 49 kasus. Disusul Kalideres ada 46 kasus dan Kembangan ada 45 kasus kebakaran," kata Eko.

Baca juga: Damkar selamatkan anak kucing yang tersangkut di mulut galon
Baca juga: Damkar Jakarta Barat selamatkan induk dan enam anak kucing terjepit


Pemukiman padat penduduk menjadi obyek kebakaran yang dominan terjadi kebakaran, yakni sebanyak 87 kasus.

Mayoritas kebakaran disebabkan arus pendek (korsleting) listrik sebanyak 168 kasus, disusul akibat kelalaian dari sumber api yakni kompor maupun rokok.

Eko menjelaskan dari 281 kasus kebakaran tersebut menimbulkan dua korban jiwa dan melukai 13 korban. Total perkiraan kerugian dari ratusan insiden kebakaran tersebut mencapai Rp 46, 32 miliar.

Sudin Gulkarmat Jakarta hingga saat ini terus memberikan sosialisasi tentang bahaya dan cara pencegahan kebakaran kepada masyarakat.

Tiap hari, petugas Sudin Gulkarmat dari tiap-tiap sektor memberikan sosialisasi baik ke permukiman, perkantoran maupun komunitas untuk menyosialisasikan tentang bahaya kebakaran.

Eko juga memaparkan sejak awal pandemi COVID-19 pada Maret 2020 hingga saat ini, pihaknya menyemprot jalanan dengan disinfektan sebagai upaya memutus penyebaran COVID-19.

Tercatat hingga akhir Oktober 2020, sebanyak 2.755 titik telah disemprot disinfektan.

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar