India laporkan lonjakan harian 50.210 kasus COVID-19

id India,kasus corona India,kasus covid india,covid-19 india,WHO,virus corona

India laporkan lonjakan harian 50.210 kasus COVID-19

Warga menyaksikan Ramlila, napak tilas kehidupan Dewa Hindu Rama, selama perayaan festival Dussehra ditengah penyebaran virus corona (COVID-19) di New Delhi, India, Minggu (25/10/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Adnan Abidi/pras/djo.

Bengaluru (ANTARA) - India melaporkan lonjakan harian kasus COVID-19 sebanyak 50.210 infeksi, sehingga totalnya menjadi 8,36 juta kasus, kata kementerian kesehatan pada Kamis.

Angka itu adalah lonjakan harian tertinggi dalam kasus COVID-19 sejak 25 Oktober, menurut penghitungan Reuters.

Kasus COVID-19 di India telah menurun sejak mencapai puncaknya pada bulan September, tetapi para ahli memperingatkan bahwa musim festival Diwali dapat menyebabkan lonjakan tambahan kasus.

Angka korban jiwa akibat COVID-19 pun bertambah 704, dengan total korban jiwa sekarang menjadi 124.315, kata kementerian kesehatan India.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mendorong seluruh negara yang masih menghadapi COVID-19 agar mengalokasikan lebih banyak dana demi memperkuat sistem layanan kesehatan selama situasi pandemi.

"Sistem kesehatan dan kesiapan dalam menghadapi pandemi bukan hanya investasi untuk masa depan, tetapi keduanya merupakan dasar kita untuk menanggulangi wabah saat ini," jelas Ghebreyesus.

Data WHO per 2 November 2020 menunjukkan ada total 440.557 kasus baru dalam waktu 24 jam terakhir sehingga jumlah pasien positif COVID-19 di seluruh dunia mencapai 46.403.652 orang. Dari jumlah itu, 1.198.569 di antaranya meninggal dunia.

Amerika Serikat masih menempati urutan teratas untuk negara dengan jumlah pasien positif COVID-19 terbanyak, disusul oleh India, Brazil, Rusia, Prancis, Spanyol, Argentina, Kolombia, Inggris, dan Meksiko.

Sumber: Reuters

Baca juga: Italia berlakukan semi karantina di Lombardy demi tekan COVID-19

Baca juga: Australia akan beli 50 juta dosis vaksin COVID-19 Novavax, Pfizer

Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar