AS resmi keluar dari Kesepakatan Paris, Jepang sangat menyesalkan

id kesepakatan paris,donald trump,AS keluar dari kesepakatan paris,perubahan iklim,jepang

AS resmi keluar dari Kesepakatan Paris, Jepang sangat menyesalkan

Mantan menteri energi dan pertumbuhan bersih Inggris dan Presiden COP26 yang baru diangkat Claire Perry, Menteri Lingkungan Italia Sergio Costa, Juara Iklim Tingkat Tinggi COP25 Gonzalo Munoz dan Menteri Lingkungan Spanyol Hugo Moran berpose dengan Kesepakatan Paris dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP25) di Madrid, Spanyol, Jumat (13/12/2019). ANTARA/REUTERS/Susana Vera/ama/cfo.

Tokyo (ANTARA) - Pengunduran diri Amerika Serikat (AS) dari perjanjian iklim Kesepakatan Paris secara resmi pada 4 November 2020 sangat disesalkan oleh Jepang, demikian disampaikan juru bicara pemerintah Jepang, Katsunobu Kato, pada Kamis.

"Isu perubahan iklim bukanlah sesuatu yang menyangkut satu negara saja, hal ini harus ditangani oleh seluruh komunitas internasional," kata Kato, yang menjabat sebagai Kepala Sekretaris Kabinet Jepang.

"Dari pandangan tersebut, sangat disesalkan bahwa Amerika Serikat mengundurkan diri dari Kesepakatan Paris saat ini," kata dia menambahkan. 

Kesepakatan Paris adalah respons kolektif global yang ditandatangani pada 2015 dan berlaku mulai 4 November 2016, untuk menangani perubahan iklim dengan komitmen negara-negara di dunia mengurangi emisi karbon.

Persetujuan iklim tersebut dimaksudkan untuk menjaga kenaikan temperatur bumi tidak lebih dari 1,5 derajat Celsius --kenaikan suhu maksimal agar bumi masih dapat bertahan dengan baik.

Presiden AS Donald Trump, dalam kampanye pemilu 2016, berjanji untuk membawa AS keluar dari Kesepakatan Paris dengan alasan perjanjian itu akan membuat perekonomian AS terpukul.

Di bawah aturan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Trump harus menunggu hingga 4 November 2019 untuk dapat memulai proses hengkang dari perjanjian internasional itu, yang memerlukan waktu satu tahun hingga akhirnya resmi keluar pada tahun ini.

Selain AS, tidak ada satu pun dari total 197 negara penandatangan Kesepakatan Paris yang keluar dari perjanjian ini.

Sementara itu, kandidat rival Trump dalam pemilihan presiden AS 2020, Joe Biden, menyebut pada hari pemungutan suara 3 November lalu bahwa ia akan membawa AS kembali bergabung dalam Kesepakatan Paris, jika ia terpilih sebagai presiden.

Sumber: Reuters

Baca juga: AS resmi keluar dari pakta iklim di tengah ketidakpastian hasil pemilu

Baca juga: Paus Fransiskus desak negara-negara hormati kesepakatan iklim Paris

Baca juga: PBB: Emisi gas rumah kaca capai rekor baru, dapat bawa efek merusak


 

DKI Jakarta jadi tuan rumah peluncuran proyek ketahanan perubahan iklim


Pewarta : Suwanti
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar