Tingkat kesembuhan tinggi, 8 kecamatan di Gresik nihil pasien COVID-19

id COVID-19 di Gresik, Kabupaten Gresik, Gresik, data COVID-19 di Gresik

Tingkat kesembuhan tinggi, 8 kecamatan di Gresik nihil pasien COVID-19

Ikustrasi - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, Drajat Irawan saat melakukan kunjungan ke Pabrik Gresik dalam rangka monitoring terhadap kinerja ekspor di masa pandemi COVID-19. ANTARA.

Gresik, Jatim (ANTARA) - Sebanyak delapan dari 18 kecamatan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tercatat nihil pasien positif COVID-19, karena tingginya tingkat kesembuhan setiap harinya di wilayah tersebut.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi di Gresik, Ahad, mencatat delapan kecamatan yang nihil kasus positif COVID-19 masing-masing Dukun, Driyorejo, Kedamean, Ujung Pangkah, Sangkapura, Tambak, Benjeng serta Wringinganom.

Sedangkan untuk kecamatan yang hingga kini tertinggi kasus suspek COVID-19 adalah Manyar, dengan total terdapat 6 pasien, disusul Kecamatan Gresik dengan 3 pasien suspek.

"Sisanya, masing-masing tercatat hanya satu hingga 2 pasien suspek," kata Reza, dalam keterangan terkini jumlah pasien COVID-19 di Kabupaten Gresik yang dikirim ke wartawan.

Baca juga: Gresik masuk zona kuning penyebaran COVID-19

Baca juga: Pemkab Gresik terima bantuan masker dari perusahaan asal Malaysia


Untuk data terkini, Reza menyebut terdapat tambahan kasus positif 10 pasien, dan konfirmasi sembuh atau selesai lebih banyak, yakni 11 pasien.

Sedangkan secara total dari awal COVID-19 melanda Kabupaten Gresik, total kasus konfirmasi suspek mencapai 3.671 pasien, dan sembuh 3.335 pasien, sisanya 103 pasien isolasi mandiri dan dirawat, serta 233 meninggal dunia.

Meski menunjukkan tren terus menurun angka konfirmasi positif, namun Satgas COVID-19 menggandeng kepolisian terus melakukan razia masker dan protokol kesehatan ke sejumlah warung kopi (warkop).

Kapolsek Manyar, Iptu Bima Sakti Pria Laksana mengatakan razia menyasar beberapa kafe serta warkop di Desa Suci dan Desa Yosowilangun, Gresik.

"Kami mengingatkan kepada para pelanggan kafe atau warkop untuk wajib menggunakan masker dan tidak melakukan kerumunan untuk menekan merebaknya corona," kata kepada wartawan.

Ia mengimbau untuk mengurangi kerumunan di luar. Selain itu warga diminta jaga kesehatan serta kebersihan.

"Namun, jika diketahui tidak menggunakan masker langsung kami ambil tindakan push up dan diberikan masker serta diingatkan. Bila ada hiburan yang menimbulkan kerumunan maka akan diambil tindakan agar ditutup," katanya.*

Baca juga: KPU Gresik tidak ingin Pilkada jadi klaster penyebaran COVID-19

Baca juga: Gubernur Jatim serahkan bantuan ventilator untuk 17 RS di tiga daerah

Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar