REI: pengembang kesulitan pasarkan rumah subsidi di Soloraya

id REI, rumah subsidi

REI: pengembang kesulitan pasarkan rumah subsidi di Soloraya

Ilustrasi-Salah satu kawasan perumahan di Soloraya. (ANTARA/Aris Wasita)

Solo (ANTARA) - Real Estate Indonesia (REI) menyatakan sejumlah pengembang masih kesulitan memasarkan rumah subsidi seiring dengan pembatasan syarat calon konsumen untuk tempat tinggal masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tersebut.

"Sejak pandemi kan sempat ada persyaratan khusus dari PNS dan BUMN (yang bisa mengajukan), jadi yang mengajukan kredit (di luar PNS dan BUMN) banyak yang batal. Apalagi kan awal-awal pandemi banyak terjadi PHK (pemutusan hubungan kerja)," kata Ketua REI Komisariat Surakarta Maharani di Solo, Selasa.

Dengan kondisi tersebut, dikatakannya, saat ini stok untuk rumah sederhana masih tersedia cukup banyak. Menurut dia, untuk di wilayah Soloraya stok rumah subsidi masih di kisaran 1.000 unit.

Baca juga: REI DIY targetkan bangun 250 rumah bersubsidi selama 2020

Baca juga: REI: Mulai Juli harga rumah subsidi naik


"Ini baru rumah subsidi, belum yang komersial. Kalau rumah komersial memang kami tidak stok banyak, kalaupun ada penambahan stok juga jumlahnya tidak banyak," katanya.

Meski pemasaran mengalami kendala, dikatakannya, masih terjadi banyak akad untuk rumah sederhana. Bahkan, dari penyediaan kredit untuk 4.000 unit yang dikeluarkan oleh Bank Tabungan Negara (BTN) saat ini seluruhnya sudah terserap tidak hanya dari REI tetapi juga sebagian dari asosiasi lain.

"Kalau totalnya yang terserap oleh REI dari BTN masih kami data. Untuk saat ini datanya masih dikumpulkan, paling tidak akhir November bisa keluar (datanya) karena untuk 4.000 unit ini bukan hanya diserap oleh REI tetapi juga oleh pengembang dari asosiasi lain," katanya.

Sementara itu, pihaknya memprediksi kondisi baru akan membaik mulai awal tahun depan.

"Mulai Januari kita sudah mempersiapkan semua, menuju 2021. Diperkirakan ekonomi membaik, karena sebetulnya oleh pemerintah REI juga diminta untuk ikut mendongkrak perekonomian karena pasti banyak sektor yang akan terlibat, di antaranya tenaga kerja, ritel, dan perbankan," katanya.

Baca juga: Kementerian PUPR akan akad massal rumah subsidi di pameran virtual

Baca juga: BTN: Milenial mendominasi realisasi penyaluran rumah bersubsidi

Baca juga: KemenPUPR sebut 141.700 rumah tapak subsidi terjual hingga hari ini

Pewarta : Aris Wasita
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar