Inovator Amin Ben-gas raih peringkat ke-2 dalam ajang IIE 2020

id amin ben-gas,inovator kubu raya,habibie prize

Inovator Amin Ben-gas raih peringkat ke-2 dalam ajang IIE 2020

Inovator Amin Ben-gas meraih peringkat ke-2 dalam ajang Inovasi Indonesia Expo 2020 yang dilaksanakan di Jakarta. (Istimewa)

Pontianak (ANTARA) - Inovator konverter kit Amin Ben-gas (Bensin dan gas), Amin yang berasal dari Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, meraih peringkat ke-2 dalam ajang Inovasi Indonesia Expo 2020 untuk kategori Anugerah Masyarakat Inovatif.

"Alhamdulillah, saya bersyukur karena inovasi yang diciptakan bisa mendapat apresiasi luar biasa dari pemerintah pusat. Ini membuktikan masyarakat daerah juga bisa berinovasi dan melahirkan karya yang bermanfaat untuk masyarakat dan negeri," kata Amin di Pontianak, Rabu.

Amin berharap apa yang diciptakannya tersebut bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya para petani dan nelayan yang ada di Indonesia.

Dengan diraih-nya penghargaan tersebut, dia mengharapkan pemerintah baik pusat dan daerah lebih berpihak kepada produk dalam negeri, dengan belanja lebih banyak, karena sudah dibuktikan oleh konverter kit ABG, dimana karya yang dibuatnya merupakan hasil riset dalam negeri dari nol dan dengan TKDN 96 persen.

Baca juga: Peneliti dan inovator terima Habibie Prize dan Anugerah Inovasi

Baca juga: Menristek jadikan Habibie Award bergengsi layaknya Nobel Prize


Dirinya menjelaskan, secara teknologi produk Konverter Kit ABG lebih unggul. Hal ini terbukti dari testimoni berbagai nelayan dan petani pengguna produk buatan Kubu Raya tersebut sejak tahun 2010.

Penggunaannya sangat simpel, mudah memasangnya dan mengoperasionalkan, gampang hidupnya dan sangat bertenaga serta paling irit konsumsi bahan bakar LPG, dimana masyarakat pengguna bisa menghemat konsumsi bahan bakar hingga 70 persen.

"Kemudian, kita berani mengklaim bahwa secara kualitas produk kita terbukti lolos dari berbagai parameter uji yang diminta oleh berbagai lembaga uji, baik pemerintah maupun non pemerintah," tuturnya.

Kemudian, untuk produksi massal, pabrik konverter kit ABG yang diproduksi oleh PT Kian Santang lebih siap, karena kemampuan produksi bisa mencapai antara 500 sampai 1000 unit per hari.

"Dan itu masih sangat mungkin kita tingkatkan lagi, jauh lebih banyak, karena kita selalu menggandeng banyak UKM sebagai mitra kita," katanya.

Selain itu, kata Amin, konverter kit ABG, menyerap tenaga lokal kerja 100 persen, merata dari pusat sampai ke daerah. Diharapkan pemerataan ekonomi tidak terpusat lagi hanya di satu tempat saja, tapi merata di semua lini.

"Pada kesempatan ini, saya mengucapkan kepada terimakasih kepada Pemkab Kubu Raya yang sejak awal mendukung inovasi saya dan juga kepada Yayasan Inotek yang mengusung kami untuk mengikuti kegiatan ini," kata Amin.

Pada ajang Inovasi Indonesia Expo 2020 yang dilaksanakan di Jakarta dari tanggal 10 hingga 13 November tersebut, Menteri Riset dan Teknologi Bambang PS Brodjonegoro memberikan Habibie Prize 2020 dan Anugerah Inovasi Indonesia kepada sejumlah peneliti dan inovator yang dinilai berkontribusi pada kemajuan bangsa.

Pada acara Peluncuran Inovasi Indonesia Expo 2020 di Jakarta, Selasa, ia mengatakan bahwa penghargaan itu diberikan kepada perseorangan atau badan yang aktif membuat terobosan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Habibie Prize diberikan kepada perseorangan atau badan yang dinilai aktif dan berjasa besar dalam menemukan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi yang baru serta bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian.

Habibie Prize 2020 mencakup penghargaan bidang ilmu dasar, ilmu bioteknologi, ilmu rekayasa, dan ilmu kebudayaan.*

Pewarta : Rendra Oxtora
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar