Dolar naik lagi, pasar menyesuaikan suku bunga tinggi, harapan vaksin

id indeks dolar,imbal hasil,vaksin Covid-19

Dolar naik lagi, pasar menyesuaikan suku bunga tinggi, harapan vaksin

Beberapa lembar uang seratus dolar AS di latar belakang uang kertas seratus dolar AS. ANTARA/Shutterstock/pri. (ANTARA/Shutterstock)

New York (ANTARA) - Dolar AS naik dan safe-haven yen melemah lagi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), ketika pasar terus menyesuaikan diri dengan suku bunga yang lebih tinggi dan prospek pertumbuhan ekonomi menyusul berita tentang hasil yang menggembirakan untuk vaksin virus corona.

Euro turun ke level terendah terhadap dolar dalam seminggu saat imbal hasil obligasi AS naik dibandingkan dengan obligasi Eropa. Dan, dolar Selandia Baru melonjak ke level terkuatnya dalam satu setengah tahun karena para pedagang mengurangi taruhan bahwa bank sentral di sana akan beralih ke suku bunga negatif.

Dolar telah mulai bergerak naik bersama keuntungan di ekuitas dalam peralihan dari status safe-haven selama krisis COVID-19 ketika cenderung bergerak ke arah yang berlawanan, kata Erik Nelson, ahli strategi makro di Wells Fargo Securities.

“Ini adalah perubahan besar dari apa yang kami lihat selama beberapa bulan terakhir,” kata Nelson.

"Kenaikan yang kami lihat pada imbal hasil AS bisa menjadi titik perubahan yang sangat penting untuk melihat bahwa hubungan ekuitas-dolar mulai berkembang," kata Nelson. “Saat Anda melihat imbal hasil riil atau nominal, menjadi semakin menarik untuk memiliki dolar daripada euro.”

Imbal hasil pada obligasi AS 10-tahun terakhir naik 0,972 persen menguat dari 0,82 persen pada Jumat (6/11/2020).

Dolar menguat 0,3 persen pada Rabu (11/11/2020) terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya setelah datar pada Selasa (10/11/2020) dan menguat 0,5 persen pada Senin (9/11/2020).

Saham-saham naik di Amerika Serikat dan Eropa dengan Nasdaq berteknologi tinggi naik sekitar dua persen, S&P 500 naik hampir satu persen dan pan-Eropa STOXX 600 naik sekitar satu persen membawa kenaikannya minggu ini menjadi sekitar enam persen.

Jeda pada Selasa (10/11/2020) dalam pergerakan dolar menunjukkan pengekangan dan kehati-hatian yang berkelanjutan tentang seberapa bermanfaat vaksin baru itu dan kapan. Kasus virus corona meningkat setiap hari di AS dan Eropa.

"Berita (vaksin) tidak diragukan lagi positif, tetapi tentu saja kita perlu mempelajari secara detail dan memikirkan tentang konsekuensi dari keseluruhan proses," kata Jeremy Stretch, kepala strategi G10 FX di CIBC Capital Markets. “Kami perlu mengingat bahwa ini adalah vaksin yang belum terbukti dalam hal sertifikasi.”

Euro melemah 0,3 persen menjadi 1,177 dolar. Dolar AS menguat 0,3 persen menjadi 105,46 yen Jepang.

“Dengan infeksi harian global dari virus corona yang semakin cepat kemarin, tampaknya kekhawatiran atas dampak ekonomi pandemi mungkin telah membatasi keuntungan lebih lanjut dalam ekuitas dan aset risiko lainnya,” kata Charalambos Pissouros, analis pasar senior di JFD Group.

“Masih terlalu dini untuk mulai bersorak bahwa era COVID sudah berlalu,” katanya.

Dolar naik 0,7 persen terhadap krona Norwegia (NOK) yang sensitif terhadap perdagangan menjadi 9,084 NOK. Dolar Aussie turun 0,2 persen menjadi 0,7276 dolar.

Dolar Kanada melemah terhadap greenback, menjadi 1,3069 dolar Kanada per dolar AS.

Sentimen untuk dolar mendapat dorongan pada Senin (9/11/2020) setelah Pfizer Inc dan BioNTech mengatakan vaksin virus corona eksperimental mereka 90 persen efektif.

Baca juga: Dolar datar, yen dekati terendah tiga minggu setelah berita vaksin
Baca juga: Dolar AS jatuh ke terendah dalam dua bulan

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar