DPD Asita siap berjuang untuk pemulihan pariwisata Bali

id covid-19,asita bali,pemulihan pariwisata bali,musdalub asita bali

DPD Asita siap berjuang untuk pemulihan pariwisata Bali

Plt Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau "Association of The Indonesians Tours and Travel Agencies" (Asita) Provinsi Bali I Komang Takuaki Banuartha (kiri) saat persiapan pelaksanaan Musdalub. ANTARA/Rhisma/am.

Denpasar (ANTARA) - Plt Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau "Association of The Indonesians Tours and Travel Agencies" (Asita) Provinsi Bali I Komang Takuaki Banuartha menyatakan pihaknya siap berjuang bersama dengan pemerintah daerah dan pusat untuk pemulihan pariwisata Bali di tengah pandemi COVID-19.

"Dengan terpilihnya ketua definitif (Asita Bali-red) dan jajaran pengurus yang baru, tentu akan lebih memudahkan bersinergi dengan pemerintah untuk pemulihan pariwisata Bali," kata Banuartha di sela persiapan Musyawarah Luar Biasa (Musdalub) DPD Asita Bali, di Denpasar, Kamis.

Oleh karena itu, dalam Musdalub DPD Asita Bali yang akan dilaksanakan pada Sabtu (14/11) itu, tujuan utamanya selain untuk pemilihan ketua definitif dan jajaran pengurus baru, yang tidak kalah penting Asita Bali bisa lebih berkontribusi untuk kepariwisataan Bali.

Baca juga: ASITA: Industri pariwisata Bali siap jalani tatanan normal baru

Baca juga: ASITA sebut delegasi IMF-WB banyak berwisata secara mandiri


DPD Asita Bali di bawah kepemimpinan I Ketut Ardana sebagai Ketua dan Sekretaris I Putu Winastra dibekukan DPP Asita. Pembekuan tersebut berdasarkan Surat No 012/DPP-ASITA/K/VII/2020 DPP tertanggal 30 Juli 2020.

DPD Asita Bali sebelumnya tercatat memiliki 400 anggota. Banuartha mengaku sangat senang jika jumlah keanggotaan Asita Bali bisa tetap dipertahankan.

"Jika nantinya berkurang, tentu akan kami optimalkan untuk benar-benar berjuang demi pariwisata Bali. Bahkan, kami siap bersinergi dengan asosiasi lainnya seperti Kadin dan Hipmi," ucapnya didampingi Sekretaris DPD Asita Bali Ketut Sudiarsa dan Bendahara Ketut Wiradnyana itu.

Menurut dia, wisata olahraga sangat potensial untuk dikembangkan di Bali yang dalam sekian tahun terkesan tidak bergerak. Wisata olahraga ini memiliki potensi, sehingga bisa menambah suasana baru kepariwisataan Bali di luar pariwisata budaya.

Pihaknya juga siap menyambut jika penerbangan internasional dibuka mulai 1 Desember 2020. "Travel agent sudah pasti siap untuk menyambut kedatangan wisatawan mancanegara. Apalagi, negara-negara lain juga sudah menunggu kapan Bali dibuka untuk asing," ujar Banuartha.

Baca juga: Asita yakinkan wisman Bali aman pascaledakan bom di Surabaya

Dia menambahkan pelaku pariwisata sudah tentu juga akan mengemas paket-paket wisata yang menarik, mungkin di awal dengan harga yang rendah agar bisa memulihkan sedikit demi sedikit kondisi di Bali. Selain diharapkan peran pemerintah untuk turut memberikan diskon pariwisata.

Oleh karena itu, Banuartha mengajak jajaran anggota Asita Bali untuk senantiasa bersatu dan siapapun nanti yang akan terpilih menjadi ketua definitif Asita Bali, dia akan siap melimpahkan kewenangannya.

"Kalau sudah ada ketua yang sah dengan pengurusnya tentu kita bisa lebih leluasa bergerak dan bersinergi dengan pemerintah. Tujuan utama kami tentu ikut memajukan pariwisata Bali dan kami tidak ingin memperuncing permusuhan," katanya.

Ni Luh Werdiani selaku Ketua Panitia Musdalub DPD Asita Bali menambahkan dengan semangat pihaknya dalam berjuang memulihkan ekonomi dan pariwisata Bali juga tertuang melalui tema Musdalub yakni "Bersama Asita, Bersinergi Bangkitkan Pariwisata di Era Normal Baru Berlandaskan Nangun Sat Kerthi Loka Bali".

Baca juga: Asita siapkan tur desa wisata delegasi IMF

Untuk pelaksanaan Musdalub Asita Bali, pihaknya juga sudah mengirimkan undangan untuk Gubernur Bali Wayan Koster, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa dan sejumlah pemangku kepentingan di bidang pariwisata.

"Kami bergotong royong untuk menyukseskan pelaksanaan Musdalub ini dan semoga acara berjalan lancar," kata Werdiani.

Pewarta : Ni Luh Rhismawati
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar