Penonton non-Jepang akan diizinkan menghadiri Olimpiade Tokyo

id Olimpiade Tokyo

Penonton non-Jepang akan diizinkan menghadiri Olimpiade Tokyo

Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo melakukan sesi uji langkah-langkah pemeriksaan untuk penonton pertandingan di Tokyo Big Sight, Jepang 21 Oktober 2020. REUTERS / Issei Kato.

Jakarta (ANTARA) - CEO panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo, Toshiro Muto, mengkonfirmasi bahwa sejumlah penggemar non-Jepang mungkin diizinkan untuk hadir menonton pesta olahraga multievent ini, tetapi dengan aturan yang ketat.

"Pada musim semi mendatang, kami akan membuat langkah-langkah untuk semua penonton, termasuk warga non-Jepang," kata Muto setelah rapat tentang tindakan pencegahan infeksi virus Covid-19, seperti dilansir Associated Press, Jumat WIB.

"Untuk non-Jepang, kami perlu memastikan bahwa kami memberi kesempatan menonton bagi mereka juga."

Menurut Muto, meskipun penonton diizinkan hadir, tetapi akan ada pedoman ketat, aturan yang harus diikuti dan aplikasi kesehatan untuk melacak penonton dan memantau penyebaran infeksi virus corona.

Baca juga: Atlet Olimpiade Tokyo tak perlu isolasi 14 hari
Baca juga: IOC kian yakin Olimpiade Tokyo akan memiliki penonton


Muto mengatakan mungkin akan sulit memasukkan penggemar ke karantina, tetapi dia menyarankan nanti itu mungkin terjadi.

"Mengenai penonton dari luar negeri, apakah harus menjalani karantina selama 14 hari atau tidak, apakah kita bisa mengesampingkan atau tidak. Itu tergantung situasi... Ada kemungkinan karantina ini dibebaskan jika memenuhi persyaratan tertentu," kata Muto.

Penyelenggara dan Komite Olimpiade Internasional (IOC) menargetkan setidaknya lima bulan lagi untuk menyelesaikan program dan rencana mereka dalam menyelenggarakan Olimpiade yang akan diikuti sekitar 11.000 atlet dan puluhan ribu ofisial, juri, sponsor, media dan penyiar tersebut.

Baca juga: Pesenam di Tokyo menunjukkan cara Olimpiade aman dari virus corona
Baca juga: Panpel siapkan layanan refund tiket Olimpiade Tokyo


Olimpiade Tokyo yang seharusnya berlangsung musim semi tahun ini
ditunda tahun depan akibat pandemi COVID-19, dan akan dibuka pada 23 Juli 2021

"Kecemasan penonton karena tidak tahu apakah mereka benar-benar bisa pergi ke Olimpiade atau tidak, bisa dimengerti," kata Muto. "Kami ingin memperhatikan penonton sebanyak mungkin sambil kami mengambil tindakan pencegahan pada saat yang sama untuk dapat menampung sebanyak mungkin penonton."

Muto mengatakan belum ada keputusan tentang jumlah penonton yang diizinkan masuk ke venue. Beberapa stadion bisbol di Jepang telah bereksperimen dengan kapasitas sebesar 80%.

"Apakah kami akan memiliki kapasitas penuh atau tidak, keputusan belum dibuat karena berbagai eksperimen sedang berlangsung, '' kata Muto.

Muto mengatakan, panitia juga sedang mengkaji dan menyusun tata tertib bagi penonton di arena.

"Ada kemungkinan kita meminta penonton untuk tidak berteriak dan berbicara dengan suara lantang. Tapi belum ada kesimpulan, '' ujarnya.

Presiden IOC Thomas Bach mengonfirmasi Rabu dalam sebuah pengarahan di Swiss bahwa dia akan berada di Tokyo minggu depan untuk kunjungan pertamanya sejak Olimpiade ditunda. Bach memberikan jawaban tegas "tidak '' ketika ditanya apakah kemungkinan untuk membatalkan Olimpiade akan dibahas di Tokyo.

Bach diperkirakan akan bertemu dengan Perdana Menteri baru Yoshihide Suga dan berbicara dengan Gubernur Tokyo Yuriko Koike, Presiden panitia Tokyo Yoshiro Mori dan lainnya yang terkait dengan Olimpiade.

Pewarta : Dadan Ramdani
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar