Wali Kota katakan ruang isolasi COVID-19 di Bandung hampir penuh

id Ruang isolasi, COVID-19, kota bandung, pemkot bandung, wali kota, penuh

Wali Kota katakan ruang isolasi COVID-19 di Bandung hampir penuh

Wali Kota Bandung, Oded M Danial. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung)

Bandung (ANTARA) -
Wali Kota Bandung, Oded M Danial menyatakan okupansi ruang isolasi untuk pasien positif COVID-19 di Kota Bandung sudah hampir penuh, yakni  mencapai 87 persen.
 
"Pada 12 November, terisi sebanyak 87.36 persen atau sebanyak 613 tempat tidur dari total fasilitas yang kita miliki 704 tempat tidur. Masih tersedia 89 tempat tidur," kata Oded di Bandung, Jumat.
 
Akhir-akhir ini kasus terkonfirmasi COVID-19 baru di Kota Bandung memang terus meningkat. Dalam sepekan terakhir, tercatat 177 kasus baru sejak Jumat (6/11) berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bandung.
 
Dia mengatakan ada kemungkinan Pemkot Bandung bakal mendapat tambahan 96 tempat tidur baru sebagai tempat isolasi COVID-19. Rinciannya, kata dia, di RSKIA ada 36 tempat tidur tambahan dan 60 tempat tidur tambahan di rumah sakit lainnya di Kota Bandung.

Baca juga: Dalam 1,5 bulan, positif COVID-19 Kota Bandung bertambah 1.000 orang

Baca juga: Kasus COVID-19 fluktuatif, polisi masih buka tutup jalan di Bandung
 
Kemudian pihaknya juga kini tengah berupaya menambah tempat isolasi di tiga hotel yang ada di Kota Bandung. Dia berharap hotel tersebut bisa digunakan untuk tempat isolasi meski hanya sebagai antisipasi.
 
"Sudah siap, tapi tak akan disebutkan, mudah-mudahan, Insyaallah bisa, ada tiga hotel. Yang sudah siap dua, ditambah satu lagi," kata dia.
 
"Gugus Tugas akan melakukan upaya mencari alternatif tempat isolasi selain di rumah isolasi yang sudah disediakan di Kampung Tohaga Lodaya," katanya.
 
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan saat ini kasus COVID-19 pada kluster keluarga menjadi kekhawatiran. Dia mencatat sejauh ini ada 278 kluster keluarga, dengan 752 jiwa.
 
"Itu yang sekarang paling utama, bahkan jangankan di tempat keramaian, di rumah juga harus protokol kesehatan dilakukan," kata Ema.*

Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar