BNI bantu ventilator untuk penanganan COVID-19 di Surabaya

id BNI,ventilator,COVID-19,risma,pemkot surabaya

BNI bantu ventilator untuk penanganan COVID-19 di Surabaya

Pemimpin BNI Wilayah Surabaya Muhammad Gunawan Putra saat menyerahkan bantuan satu unit ventilator kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Selasa (17/11/2020). ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya.

Surabaya (ANTARA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk membantu satu unit ventilator senilai Rp440 juta untuk percepatan penanganan virus corona jenis baru atau COVID-19 di Kota Surabaya, Jawa Timur.

"Diharapkan bantuan ini dapat meringankan beban tenaga medis dalam menjalankan tugas mulia dengan berjuang di garis pertahanan terakhir," kata Pemimpin BNI Wilayah Surabaya Muhammad Gunawan Putra saat menyerahkan bantuan ventilator kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Selasa.

Gunawan menyadari bahwa keberadaan dan peran serta BNI memiliki tanggung jawab yang erat dalam memastikan kebutuhan masyarakat selalu terpenuhi dalam kondisi apapun melalui program Corporate Sosial Responsibilty (CSR).

Baca juga: AS sumbang 83 ventilator untuk Jawa Tengah

"Selain menghadirkan layanan yang berkualitas, BNI merasa perlu menguatkan perannya untuk hadir bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Selain itu, ia memaparkan, pihaknya juga telah berpartisipasi dalam kegiatan tes swab masal secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun di Surabaya, salah satunya dengan menyumbangkan sekitar seribu tes PCR beberapa bulan lalu.

Sementara itu, Wali Kota Risma mengucapkan terima kasih atas bantuan dari salah satu bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini. Selain itu, ia memastikan bantuan alat kesehatan (alkes) itu akan tetap berguna meskipun pandemi di Kota Surabaya semakin landai.

"Terima kasih, Tuhan yang membalas kebaikan bapak. Sekali lagi terima kasih," kata Risma.

Baca juga: Kepri kekurangan ventilator untuk tangani pasien COVID-19

Ia menjelaskan, saat ini kondisi Surabaya semakin terkendali dari COVID-19. Apalagi menurutnya dengan adanya Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo itu, dapat mengontrol masyarakat di setiap wilayah. Dari upaya itu lah, maka pemerintah bersama warga berbondong-bondong dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Jadi saat ini lebih terkendali. Kita punya Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo untuk mengontrol. Misalnya saat ada salah satu warga yang terkonfirmasi, maka warga yang lainnya ikut mengkontrol agar tidak keluar. Kita bantu juga makanannya," ujarnya.

Baca juga: BNI-Pupuk Indonesia dorong implementasi Agro Solution di Jember
Baca juga: Di tengah pandemi, BNI tetap fokus berdayakan pelaku UMKM

Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar