Legislator apresiasi konsep pembangunan Mendes PDTT

id Mendes PDTT,legislator apresiasi konsep pembangunan mendes PDTT,Abdul Halim Iskandar

Legislator apresiasi konsep pembangunan Mendes PDTT

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar dalam rapat kerja di DPR, Jakarta, Rabu (18/11). (ANTARA/HO- Humas Kemendes)

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mulyadi mengapresiasi konsep-konsep Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar tentang smart village dan pembangunan desa.

"Saya dengar konsep-konsep bapak luar biasa. Tentang bagaimana desa dikembangkan menjadi smart village dan segala macamnya itu," ujar Mulyadi dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI tentang Evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020 Kemendes PDTT dan Penyampaian Laporan Hasil Kunjungan Kerja Reses dan Spesifik di Jakarta, Rabu (18/11).

Baca juga: Kemendes PDTT targetkan 10 ribu desa tertinggal jadi desa berkembang

Baca juga: Mendes PDTT ingatkan kades susun visi misi SDGs


Legislator dari Partai Gerindra itu berharap bisa mendapatkan buku SDGs Desa gagasan dari Mendes PDTT yang membahas tentang arah kebijakan dan tujuan pembangunan desa.

"Apalagi, bapak sudah membuat suatu buku yang saya kira semua anggota Komisi V harus dapat semua ini Pak Menteri, tentang pembangunan berkelanjutan di desa-desa," tambah dia.

Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia yang tergabung dalam Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk Indonesia, SDGs desa merupakan konsep untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.

SDGs Global kemudian diturunkan menjadi SDGs Nasional seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan.

Oleh Gus Menteri, sapaan akrab Abdul Halim Iskandar, kemudian diturunkan menjadi SDGs Desa, dari total 17 poin SDGs Global dan Nasional, kemudian ia tambahkan satu poin, yaitu Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif.

Poin itu dirasa perlu untuk ditambahkan agar ketika melakukan perencanaan pembangunan desa tidak terlepas dari kearifan atau budaya lokal.

Baca juga: Mendes PDTT: SDGs Desa solusi bagi desa ramah perempuan

Baca juga: Kapasitas pendamping desa perlu terus ditingkatkan, ujar Mendes


Gus Menteri berharap hasil dari Raker tersebut bisa segera ditindak lanjuti dan bisa segera terwujud. Selain itu, ia juga berharap agar terus bisa bersinergi dalam mewujudkan Indonesia maju.

"Terima kasih atas masukan dan saran dari pimpinan dan anggota Komisi V. Semoga bisa bersinergi dalam wujudkan Indonesia Maju," kata Mendes.

Sebagai informasi, dalam rapat kerja itu Mendes PDTT didampingi Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi, Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Taufik Madjid, serta seluruh jajaran eselon satu di lingkungan Kemendes PDTT.

Pewarta : Indriani
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar