Harga minyak naik satu persen, terkerek euforia berita vaksin terbaru

id harga minyak,minyak mentah,minyak brent,minyak wti,dolar

Harga minyak naik satu persen, terkerek euforia berita vaksin terbaru

Dokumentasi - Ladang minyak Equinor di Johan Sverdrup, Laut Utara Norwegia (22/8/2018). REUTERS/Nerijus Adomaitis/aa.

New York (ANTARA) - Harga minyak menguat sekitar satu persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), didorong harapan OPEC dan sekutunya akan menunda peningkatan produksi minyak yang direncanakan dan setelah Pfizer mengatakan vaksin COVID-19 lebih efektif daripada yang dilaporkan sebelumnya.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari terangkat 59 sen atau 1,4 persen, menjadi menetap pada 44,34 dolar AS per barel. Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Desember naik 39 sen atau 0,9 persen, mengakhiri sesi di 41,82 dolar AS per barel.

Kedua kontrak melonjak sekitar satu dolar AS, setelah Pfizer Inc mengatakan bahwa hasil akhir dari uji coba tahap akhir vaksinnya menunjukkan 95 persen efektif. Minggu lalu telah menempatkan kemanjuran lebih dari 90 persen.

Baca juga: Harga emas jatuh 11,2 dolar AS, tertekan kabar positif kemajuan vaksin

Moderna Inc pada Senin (16/11/2020) mengatakan bahwa data awal untuk vaksinnya juga menunjukkan hampir 95 persen efektif.

“Harga minyak hari ini sedikit meningkat di tengah harapan bahwa OPEC+ akan memutuskan untuk menunda kenaikan produksi yang direncanakan pada Januari dan saat euforia vaksin terbaru,” kata Kepala Pasar Minyak Rystad Energy, Bjornar Tonhaugen.

Baca juga: Saham Spanyol berakhir naik, Indeks IBEX 35 terdongkrak 0,59 persen

Untuk mengatasi permintaan energi yang lebih lemah di tengah gelombang kedua pandemi, Arab Saudi meminta sesama anggota kelompok OPEC+ agar fleksibel untuk memenuhi kebutuhan pasar dan siap menyesuaikan kesepakatan mereka tentang pengurangan produksi.

OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan produsen lainnya, bertemu pada Selasa (17/11/2020) tetapi tidak membuat rekomendasi resmi. Kelompok itu akan membahas kebijakan pada pertemuan tingkat menteri penuh yang akan diadakan pada 30 November dan 1 Desember.

Baca juga: Saham Inggris balik menguat, Indeks FTSE 100 terangkat 0,31 persen

Anggota OPEC+ cenderung menunda rencana saat ini untuk meningkatkan produksi pada Januari sebesar dua juta barel per hari (bph), kata sumber. Mereka sedang mempertimbangkan kemungkinan penundaan selama tiga atau enam bulan.

Pasar juga didukung oleh peningkatan stok minyak mentah AS yang lebih kecil dari perkiraan pada pekan lalu. Persediaan minyak mentah AS naik 768.000 barel pekan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1,7 juta barel, data pemerintah menunjukkan.

Baca juga: Saham Jerman bangkit dari kerugian, Indeks DAX 30 naik 0,52 persen

“Antara AS dan Libya, hampir dua juta barel per hari minyak mentah telah ditambahkan ke rantai pasokan global dalam beberapa pekan terakhir,” Direktur Pasar Energi Berjangka Mizuho, kata Bob Yawger.

“Terakhir kali produksi AS meningkat, OPEC akhirnya memutuskan untuk membuka keran, dan perang harga yang dihasilkan mengirim WTI ke harga negatif untuk pertama kalinya. Saya ragu itu akan terjadi lagi. Tapi saya yakin Rusia dan Saudi tidak senang."

Baca juga: Saham Prancis terus untung, Indeks CAC 40 terangkat lagi 0,52 persen

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar