Mahasiswa UI rancang aplikasi teman tuli dan dengar untuk layanan KRL

id UI,aplikasi temen tuli dan dengar,universitas indonesia,KRL,Commuter line depok

Mahasiswa UI rancang aplikasi teman tuli dan dengar untuk layanan KRL

Tiga mahasiswa UI perancang aplikasi Muter (ki-ka) Ajeng Riski Anugrah, Nandhika Prayoga, Grace Elizabeth Kristiani. (ANTARA/Foto: Humas UI)

Depok (ANTARA) - Tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mengembangkan aplikasi Muter (Teman Tuli, Teman Dengar) yang mampu membantu mengatasi permasalahan Teman Tuli saat menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line.

"Seringkali pengumuman terkait layanan KRL, seperti pemberitahuan stasiun, transit, hingga perubahan rute kerap menyulitkan Teman Tuli. Tidak jarang membuat Teman Tuli melewatkan stasiun tujuannya," ujar Ketua Tim Rancangan Aplikasi Muter Ajeng Riski Anugrah dalam keterangannya, Senin.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Ajeng Riski Anugrah (Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (FIA UI)); Grace Elizabeth Kristiani (FIA UI); dan Nandhika Prayoga Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom UI)). Ketiga mahasiswa UI ini telah menyiapkan prototipe Muter untuk diajukan ke dalam ajang “Pekan Kreativitas Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2020” yang berlangsung pada 24-29 November 2020.
Baca juga: Peneliti UI ciptakan aplikasi untuk pengguna Commuter Line

"Rancangan Muter didasari atas kendala yang dialami Teman Tuli saat harus menggunakan KRL Commuter Line," katanya.

Menurut Ajeng, aplikasi Muter akan tersedia di ponsel pintar pengguna, sehingga dapat membantu mobilitas Teman Tuli, dan menikmati pelayanan KRL Commuter Line Jabodetabek secara inklusif. Aplikasi tersebut juga dilengkapi dengan fitur notifikasi getar untuk mengingatkan Teman Tuli ketika mereka sudah mendekati stasiun yang dituju.

"Teman Tuli juga kerap mengalami kesulitan saat berkomunikasi dengan Teman Dengar ketika menghadapi masalah saat menggunakan KRL, mengingat tidak banyak Teman Dengar yang mampu berbahasa isyarat," katanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami juga merancang fitur Bahasa Isyarat Indonesia atau Bisindo, yang dikemas dalam bentuk gambar beranimasi dan video. Dengan demikian akan memudahkan komunikasi antara Teman Tuli dengan Teman Dengar.
Baca juga: Natasha Rizky belajar hal baru dari teman tuli

Grace menambahkan, untuk menyiapkan konten gambar dan video yang ada pada fitur Bisindo di aplikasi Muter, Tim Mahasiswa UI bekerja sama dengan Pusat Bahasa Isyarat Indonesia.

"Untuk memudahkan komunikasi dan penyebaran informasi, kami juga menyediakan fitur group chat dan berita terintegrasi. Dengan demikian, Teman Tuli akan memperoleh informasi cepat dan terkini dari pengguna KRL lainnya. Kami juga memberikan kemudahan dalam menggunakan aplikasi. Para pengguna tidak perlu membuat akun saat menggunakan layanan aplikasi ini," kata Nandhika.

Ketiga mahasiswa UI tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) UI. Mereka berharap ide sederhana tersebut memiliki potensi dan manfaat besar yang dapat dirasakan oleh pengguna aplikasi, khususnya Teman Tuli.
Baca juga: Akademisi UI riset minat beli masyarakat di masa pandemi COVID-19

Pewarta : Feru Lantara
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar