Pasien COVID-19 di Purbalingga sudah 901 orang

id covid,positif,meninggal, sembuh

Pasien COVID-19 di Purbalingga sudah 901 orang

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono. ANTARA/HO-Humas Purbalingga/pri.

Purbalingga (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah menginformasikan bahwa jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah setempat sudah sebanyak 901
orang setelah ada penambahan 289 orang dalam empat hari terakhir.

"Empat hari lalu jumlah total pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Purbalingga 612 orang namun pada hari ini meningkat sebanyak 289 orang menjadi total 901 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono di Purbalingga, Senin.

Dia juga menjelaskan dari 901 orang yang terkonfirmasi positif, 400 di antaranya telah sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing, 24 orang meninggal dunia dan 477 orang lainnya masih dirawat intensif di fasilitas kesehatan yang ada di wilayah ini.

Baca juga: Kasus COVID-19 Lampung bertambah 60 total jadi 3.182

Berdasarkan data tersebut, Pemerintah Purbalingga mengharuskan semua pihak yang ada di wilayah ini mematuhi protokol kesehatan.

Hanung mengatakan pada saat ini yang dapat dilakukan untuk menekan penyebaran COVID-19 adalah meningkatkan disiplin penerapan protokol kesehatan.
Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak abai dengan protokol kesehatan, mengingat penambahan kasus baru masih terus terjadi.

"Kami kembali mengingatkan bahwa pandemi belum berakhir, masyarakat masih harus berperan aktif menerapkan protokol kesehatan, demi melindungi diri sendiri, keluarga dan juga lingkungan terdekat," katanya.

Dia juga kembali menambahkan bahwa pihaknya masih terus berupaya menekan jumlah kasus COVID-19 di wilayah setempat dengan menggencarkan tes dan meningkatkan kampanye protokol kesehatan.

Baca juga: Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis positif COVID-19

"Kami terus berupaya menekan pertambahan kasus COVID-19 dengan menggencarkan program 3T yakni pemeriksaan (testing), pelacakan (tracing) dan pengobatan (treatment).

"Kami terus berupaya mengoptimalkan program 3T," katanya.

Kendati demikian dia juga mengingatkan bahwa penerapan program 3T juga perlu didukung dengan penerapan 3M di tengah masyarakat, yaitu dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Masyarakat harus ikut berperan aktif dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di wilayah ini," katanya.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Tarakan bertambah 59 orang
Baca juga: Pasien sembuh Corona Jakarta bertambah 1.064 pada Senin
Baca juga: Dosen Fakultas Pertanian Unila tutup usia terindikasi COVID-19

Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar