ISMI harapkan maspakai Citilink buka penerbangan ke pantai barat Aceh

id berita aceh terkini,berita aceh,berita aceh terbaru

ISMI harapkan maspakai Citilink buka penerbangan ke pantai barat Aceh

Penumpang turun dari pesawat udara Citilink di Terminal Kedatangan Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Provinsi, Aceh, Sabtu (21/11/2020). ANTARA/HO-Aspri.

Meulaboh (ANTARA) - Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Provinsi Aceh berharap maskapai penerbangan Citilink Airlines dapat membuka layanan penerbangan berjadwal ke Meulaboh, Ibu Kota Kabupaten Aceh Barat, melalui Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Aceh.

“Kita berharap Citilink dapat segera membuka penerbangan ke Meulaboh dan daerah lain di Aceh, sehingga kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan jasa transportasi udara di tengah pandemi COVID-19 semakin lebih baik,” kata Ketua ISMI Kabupaten Aceh Barat Amiruddin di Meulaboh, Senin.

Menurutnya, selama masa pandemi COVID-19 melanda tanah air termasuk di Aceh, telah menyebabkan aktivitas masyarakat termasuk pelaku usaha ikut terdampak, dengan berkurangnya jumlah maskapai yang melayani penerbangan ke masyarakat.

Padahal, kata dia, kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan layanan jasa pesawat udara khususnya di wilayah pantai barat selatan Aceh, termasuk di wilayah pantai timur utara dan wilayah tengah Provinsi Aceh sangatlah besar.

Baca juga: Perluasan Bandara CND Nagan Raya Aceh masih tunggu pembebasan lahan

Bahkan sejak bulan Oktober hingga November 2020, maskapai Citilink yang merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia, telah melayani tiga kali penerbangan charter ke Meulaboh, Aceh Barat, melalui Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Provinsi Aceh dari Pekan Baru, Provinsi Riau dan Jakarta.

“Tentunya kami berharap, Citilink agar dapat memanfaatkan potensi bisnis di wilayah pantai barat selatan dan timur, utara serta wilayah tengah Aceh, karena masyarakat sangat membutuhkan layanan jasa transportasi udara guna memudahkan berbagai aktivitas,” kata Amiruddin menambahkan.

Selama ini, kata Amiruddin, masyarakat di wilayah pantai barat selatan Aceh sangat kesulitan mendapatkan jasa transportasi udara karena pesawat udara yang beroperasi selama tiga kali sepekan, sering membatalkan penerbangan.

Kondisi tersebut, kata dia, memaksa masyarakat dan pelaku usaha terpaksa berangkat ke Kota Banda Aceh, Ibu Kota Provinsi Aceh, guna mendapatkan layanan pesawat udara untuk menunjang berbagai kegiatan bisnis dan keperluan publik, kata Amiruddin menuturkan.

Baca juga: Wings Air kurangi penerbangan ke Meulaboh tiga kali sepekan pada April
Baca juga: Wings Air turunkan harga tiket ke Aceh, ini alasannya
 

Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar