Rektor ULM optimis kampus dibuka awal 2021

id Ulm,Universitas Lambung Mangkurat

Rektor ULM optimis kampus dibuka awal 2021

Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dr H Sutarto Hadi. (ANTARA/Firman)

Banjarbaru (ANTARA) - Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dr H Sutarto Hadi optimistis kampusnya dapat dibuka untuk perkuliahan tatap muka pada awal 2021 mendatang.

"Karena akhir Januari rencananya vaksin COVID-19 sudah ada. Jadi saya harapkan bisa membuka kampus pada semester genap tahun akademik 2020-2021," kata dia di Banjarbaru, Selasa.

Diakuinya, untuk saat ini proses perkuliahan memang masih sepenuhnya sistem daring. Namun, untuk mata kuliah tertentu termasuk kegiatan praktik di laboratorium diizinkan dengan sistem bergantian serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Kemarin Fakultas Kehutanan mengadakan praktik lapangan juga saya izinkan sepanjang tak melanggar protokol COVID-19. Begitu juga seperti wisuda saat ini juga sudah tatap muka yang kita laksanakan secara bertahap," tuturnya.

Baca juga: Prosesi wisuda ULM hanya satu jam terapkan protokol kesehatan

Baca juga: Pakar: Alat ukur bermasalah, buka sekolah bakal jadi ledakan kasus


Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memang telah merencanakan pembukaan kembali kampus di masa pandemi COVID-19.

Sutarto pun mengaku telah berkomunikasi dengan Ditjen Dikti membahas mekanisme kegiatan perkuliahan tatap muka pada semester depan jika memang benar-benar diputuskan untuk dilaksanakan.

Dia berharap keputusannya tidak diambil sepihak oleh pusat, namun diserahkan kepada masing-masing perguruan tinggi yang mengetahui betul kondisi kasus COVID-19 di daerahnya.

"Kalau memang memungkinkan, ya, kita buka tapi kalau tidak kita tetap melaksanakan kuliah daring. Semua akan diputuskan berdasarkan kondisi terakhir dengan persetujuan semua pihak termasuk mahasiswa dan orang tua jika memang telah mendapatkan lampu hijau dari Gugus Tugas COVID-19 di Kalimantan Selatan," ujarnya.*

Baca juga: Pakar: Peta zona risiko jangan sampai bias

Baca juga: Pakar ULM: Berdayakan dokter mitra BPJS untuk vaksinasi COVID-19

 

Pewarta : Firman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar