Selasa, pasien sembuh COVID-19 Jakarta sebanyak 1.059 orang

id pasien sembuh jakarta,aa

Selasa, pasien sembuh COVID-19 Jakarta sebanyak 1.059 orang

Warga berjalan di dekat layar imbauan pencegahan penyebaran COVID-19 di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (22/11/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Pertambahan pasien sembuh dari paparan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di DKI Jakarta, Selasa, sebanyak 1.059 sehingga totalnya menjadi 118.062 orang.

Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta di laman corona.jakarta.go.id, di Jakarta, Selasa, angka total pasien sembuh sebanyak 118.062 itu adalah 91,4 persen dari jumlah kasus positif sebanyak 129.188 kasus.

Dari jumlah total kasus positif sebanyak 129.188 kasus tersebut juga, sebanyak 8.559 orang masih dirawat/diisolasi. Kemudian 2.567 orang meninggal dunia atau senilai 2,0 persen dari total kasus positif.

Pada Selasa ini juga, terdapat pertambahan 1.015 kasus positif COVID-19. Ini merupakan hasil dari pemeriksaan usap (swab test PCR) Senin (23/11) dengan 11.885 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 9.627 orang mengikuti tes PCR Selasa ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.015 positif dan 8.612 negatif.

Penambahan kasus positif harian sebanyak 1.015 kasus ini, lebih tinggi daripada penambahan pada Senin (23/11) sebanyak 1.009 kasus.

Namun lebih rendah dibandingkan penambahan pada Minggu (22/11) sebanyak 1.342 kasus, pada Jumat (20/11) sebanyak 1.240 kasus, pada Kamis (19/11) sebanyak 1.185 kasus, pada Rabu (18/11) sebanyak 1.147 kasus, dan pada Selasa (17/11) sebanyak 1.038 kasus.

Terlebih jika dibandingkan penambahan pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus dan pada Sabtu (21/11) sebanyak 1.579 kasus yang merupakan rekor penambahan tertinggi selama pandemi.

Namun demikian, angka penambahan 1.579 kasus itu tak mengalahkan penambahan pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus yang merupakan pemegang rekor kasus positif terbanyak yang didapatkan dari hasil tes yang hanya dilakukan satu kali (11 September 2020), karena pada penambahan Sabtu (21/11) merupakan data gabungan pada tanggal 20 November 2020 dan tujuh hari sebelumnya yang baru dilaporkan.

Sampai dengan tes terakhir pada Senin (23/11) itu, sudah ada 1.999.070 spesimen (naik dari sebelumnya 1.984.309 spesimen) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak COVID-19 di lima wilayah DKI Jakarta lewat 67 laboratorium.

Dari jumlah tes di atas, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau "positivity rate" COVID-19 selama sepekan terakhir di Jakarta di angka 9,4 persen.

Angka itu sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan, yang mengharuskan tidak lebih dari lima persen untuk bisa terkategori kawasan aman.

Adapun persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi Maret 2020 hingga saat ini sebesar 8,3 persen.

Mengingat perkembangan COVID-19 yang belum tuntas, redaksi Antara mengingatkan para pembaca untuk memperhatikan dan menjalankan prinsip-prinsip protokol kesehatan dalam berkegiatan sehari-hari yakni:
• Tetap tinggal di rumah dan tidak keluar bila tidak ada keperluan mendesak.
• Selalu menjalankan 3M: Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak aman 1,5-2 meter, dan Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin.
• Ingatkan sesama untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Pasien sembuh Corona Jakarta bertambah 1.064 pada Senin
Baca juga: 91,2 persen pasien COVID-19 di DKI Jakarta sembuh

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar